Berita

Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution, bakal jemput paksa ODP dan PDP yang membandel/RMOLSumut

Nusantara

ODP Dan PDP Tolak Diisolasi, Pemkot Medan Akan Lakukan Jemput Paksa

SELASA, 24 MARET 2020 | 15:37 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

. Pemerintah Kota Medan bakal melakukan tindakan tegas dalam upaya menekan penyebaran virus corona di wilayah mereka. Salah satunya adalah menjemput paksa mereka yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) yang menolak diisolasi di rumah sakit.

Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Medan, Akhyar Nasution mengatakan, pihaknya akan melakukan jemput paksa kepada masyarakat yang masuk kategori ODP dan PDP. Sebab, sampai saat ini masih banyak ditemukan masyarakat yang bandel atau tidak bersedia diisolasi di rumah sakit.

“Hari ini kita putuskan untuk menjemput paksa warga yang masuk kategori ODP dan PDP. Di mana data tersebut sudah didapatkan dari pihak terkait perihal warga yang masuk kategori tersebut,” ujarnya di Balai Kota Medan, Selasa (24/3).


Menurutnya, hal itu dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19) yang saat ini sudah melanda kota Medan.

“Warga yang masuk kategori PDP dan ODP bisa dideteksi melalui data yang ada di imigrasi dan terminal pelabuhan laut maupun udara, itu sudah kita kantongi datanya. Jumlahnya ada, tapi tidak dipublikasi lebih dahulu,” imbuh Akhyar, dikutip Kantor Berita RMOLSumut.

Akhyar juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Medan agar melakukan tes kesehatan ke puskesmas maupun rumah sakit. Seluruh tes ini tidak dipungut bayaran.

“Untuk pemeriksaan kesehatan di rumah sakit atau puskesmas digratiskan, jadi masyarat tidak perlu khawatir,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya