Berita

Jaya Suparan (sebelah kiri)/Ist

Jaya Suprana

Soto, Coto, Sroto

RABU, 19 FEBRUARI 2020 | 20:13 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SAYA beruntung memiliki seorang sahabat merangkap mahaguru kemiliteran bagi saya yang awam militer ini , yaitu tak kurang dari Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Suryo Prabowo yang pernah menjabat Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia  dan Wakil Gubernur Timor Timur.

Perwira TNI AD  korps Zeni ini adalah alumni AKABRI (sekarang Akmil) tahun 1976, dengan penghargaan Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama sebagai taruna lulusan terbaik.

Garang


Letjen TNI Purnawirawan yang tersohor garang mengritik kebijakan pemerintah yang memang layak dikritik di media sosial itu menanggapi naskah saya berjudul “Kerajaan Soto Indonesia” (19 Februari 2020) dengan pertanyaan “Pak Jaya tahu enggak bedanya Soto dengan Coto (Makasar) dan Sroto (Banyumas)?“.

Karena tahu Pak Suryo Prabowo memang suka jahil melempar pertanyaan yang menjebak maka saya wajib berhati-hati dalam menjawab pertanyaan kultural-kulinaris itu dengan suatu jawaban tegas namun tetap bersifat jujur secara selera personal “Tahu tapi saya tetap paling suka soto aja deh !”.

Menyadari saya tidak membiarkan diri terjebak masuk perangkap pertanyaan beliau, langsung Pak Suryo Prabowo gesit garang merangsek masuk dengan jawaban oleh dirinya sendiri atas pertanyaan dirinya sendiri secara lugas gamblang terang-benderang “Ternyata bedanya Soto, Coto dan Sroto terletak pada daging yang dimasaknya : - Soto pakai daging Sapi-Coto pakai daging Capi-Sroto pakai daging Srapi“.

Menghadapi penjelasan terang-benderang sekaligus konyol-kemonyol maka mustahil dibantah seperti itu, terpaksa saya hanya bisa mengelus dada (saya sendiri) sambil nyeletuk “Ambyaaaaar tenan !“

Penulis adalah penggemar soto dengan daging sapi mau pun daging sayam eh …. ayam


Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya