Berita

Yudian Wahyudi/Net

Publika

Pikiran Gila Yudian "Agama, Musuh Terbesar Pancasila"

RABU, 12 FEBRUARI 2020 | 10:28 WIB

BARU diangkat sebagai Ketua Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, sudah mengeluarkan pandangan kontroversial, kotor, dan menyakiti umat beragama. Pernyataan bahwa agama adalah musuh terbesar Pancasila adalah pernyataan gila dan mengaburkan sejarah.

Menurut Rektor UIN Sunan Kalijaga ini, yang benar adalah sebagaimana masa Orde Baru, di mana Pancasila berlaku sebagai asas tunggal. Dengan adanya asas pilihan seperti Islam maka "dari situlah Pancasila dibunuh secara administratif".

Sembarangan dan dangkal sekali pandangannya itu. Asas agama Islam yang dicantumkan pada ormas atau orpol sama sekali tidak menafikan Pancasila, apalagi membunuhnya. Pencantuman Islam, Kristen, atau lainnya dalam Anggaran Dasar adalah untuk membedakan identitas ormas atau orpol tersebut. Tidak ada masalah konflik ideologi dengan pencantuman asas itu.


Cara pandang sempit, dangkal, dan bodoh Profesor Yudian seperti ini sangat berbahaya. Apalagi sebagai Ketua Pembina Pancasila.

Ada 3 bahaya utama, yaitu:

Pertama, menahami Pancasila secara harfiah dan doktriner. jika ini dibiarkan maka akan terjadi pemberhalaan pada Pancasila.

Kedua, membenturkan dengan agama adalah salah besar, karena kekuatan bangsa ada pada umat beragama ini. Jika agama dijadikan musuh maka yang hancur nantinya adalah Pancasila. Yudian menjadi penghianat Pancasila.

Ketiga, sejarah Pancasila adalah akomodasi dari nilai-nilai agama. Pancasila tanpa agama adalah kegelapan. Tak ada masa depan yang cerah berada di ruang yang gelap.

Pandangan Yudian bukan saja sekular tetapi sudah komunis. Karenanya hanya dua pilihan bagi dirinya yaitu tobat dan meluruskan pandangannya atau Presiden harus segera mencopot Yudian dari status sebagai Ketua BPIP.

Orang ini tak pantas dan memuakkan. 

M Rizal Fadillah
Pemerhati Politik

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya