Berita

Foto: Net

Jaya Suprana

Menerawang Bulan

SELASA, 11 FEBRUARI 2020 | 21:21 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MASYARAKAT Mesir Kuno dan Jepang masa kini lebih memuja matahari ketimbang bulan. Agama Mesir zaman Firaun punya dewa matahari yaitu Ra, sementara bendera Jepang masa kini adalah lambang matahari.

Maka Jepang kerap pula disebut sebagai Negeri Matahari Terbit. Dewa utama masyarakat Inka adalah Inti sebagai dewa matahari sebagai sumber cahaya pembawa kehangatan dan pelindung umat manusia.

Bulan


Namun ada kesan yang tentu saja belum tentu benar bahwa masyarakat Indonesia lebih mengutamakan bulan ketimbang matahari. Dalam bahasa Indonesia, hadir lebih banyak kata kiasan terkait bulan ketimbang matahari. Lebih banyak lagu romantis dengan judul bulan sehingga tidak ada lagu berjudul “Di Bawah Sinar Matahari Purnama" atau “Bubuy Matahari".

Teks lagu “Di Wajahmu Kulihat Matahari" terkesan sama sekali tidak romantis. Bahkan sang mahapujangga musik merangkap kritikus politik nan sakti-mandraguna, Erros Djarot sengaja menggubah lagu indah bukan berjudul “Andai Matahari” tetapi “Andai Bulan".

Masa paling bahagia pasca pernikahan juga tidak disebut “Matahari Madu” namun “Bulan Madu”. Sama dengan fakta bahwa menstruasi kaum perempuan tidak disebut sebagai “Datang Matahari”.

Bulan Purnama

Masih sulit saya mengerti kenapa wajah seorang perempuan cantik dikiaskan bak bulan purnama. Pada kenyataan wajah yang benar-benar bunder serrr sambil penuh bercak bopeng seperti bulan purnama sesungguhnya sulit dianggap cantik. Namun sama sekali tidak ada rayuan “wajahmu cantik bak matahari purnama”.

Palang Merah di Indonesia juga disebut sebagai Bulan Sabit Merah demi menghormati populasi Indonesia yang mayoritas Islam. Sesuatu yang menjadi sasaran juga tidak disebut sebagai “matahari-mataharian” namun “bulan-bulanan”. Mengherankan kenapa ada kalendar lunar, tetapi tidak ada kalendar solar. Atau jangan-jangan ada tapi saya tidak tahu.

Wayang Purwa

Para astronaut Amerika Serikat silih berganti mendarat di bulan demikian pula para robot Rusia beserta yang termutahir tak mau ketinggalan pesawat angkasa luar Chang’e 4 dari Republik Rakyat China. Tetapi sama sekali belum terdengar negara mana pun di planet bumi ini punya ambisi mendarat di matahari.

Kembali ke Nusantara, legenda Wayang Purwa berkisah tentang gerhana bulan akibat bulan ditelan (sebentar) oleh Batara Kala. Sebenarnya mitologi Wayang Purwa cukup adil dengan menyatakan bahwa ada dewa matahari yaitu Betara Surya, namun ada pula dewa bulan yaitu Batara Candra.

Namun mohon dimaafkan apabila saya keliru, namun menurut saya Batara Surya de facto lebih popular di masyarakat Jawa ketimbang Batara Candra. Mungkin akibat tokoh Karna sebagai punggawa Partai Kurawa paling sakti-mandraguna yang jika tidak dicurangi sebenarnya mampu mengalahkan Arjuna adalah putra sulung Kunti Nalibrata dari hubungan gaib memang bukan dengan Batara Candra, tetapi Batara Surya.

Penulis adalah pembelajar kebudayaan dunia

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya