Berita

Rocky Gerung/Net

Politik

Salah Sebut Nama Maruf Amin, Rocky Gerung: Karena Jarang Muncul, Saya Suka Lupa

SELASA, 04 FEBRUARI 2020 | 18:25 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pengamat politik Rocky Gerung kembali melontarkan kata-kata bernada satire. Kali ini menyasar Wakil Presiden Maruf Amin.

Rocky yang juga ahli filsafat mengaku heran dengan orang nomor dua di Indonesia itu sepi dari pemberitaan media.

Bahkan, dia sempat salah pelafalan nama Maruf saat menjadi narasumber di acara bedah buku #KamiOposisi karya politisi PKS Mardani Ali Sera, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2).


Mulanya, Rocky mengapresiasi PKS yang secara tegas menyatakan berada di luar pemerintahan (oposisi) sejak awal pembentukan kabinet, hingga memasuki 100 hari kerja Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Maruf.

"100 hari pemerintahan Pak Jokowi satu-satunya yang berkomentar adalah PKS secara formal," ujar Rocky.

Kemudian, dia mulai menyindir Maruf selaku Wakil Presiden pada 100 hari kerja yang dianggap bahwa kinerja pemerintah sudah sangat baik.

"Wartawan bertanya kepada Pak Mafruf Amin. Pak Mafruf setelah 100 hari bagaimana keadaan ekonomi dan politik? Kata Pak Mafruf Amin? Ya kata Pak Mafruf Amin baik-baik saja," ujar Rocky menirukan.

Kemudian audiens mengoreksi kesalahan pelafalan Rocky dalam penyebutan nama Wakil Presiden itu.

"Pak Ma'ruf," teriak audiens membenarkan.

"Karena jarang muncul, saya suka lupa namanya," timpal Rocky lalu disambut riuh tawa audiens.

"Bukan salah saya, salah pers," sambung dosen filsafat itu lalu disambut tawa audiens lagi.

"Kenapa enggak diberitakan, apa sebetulnya yang terjadi pada beliau?" kata Rocky lagi dan tawa audien semakin riuh.

Rocky meneruskan, menjadi hal wajar jika seorang Wakil Presiden mengapresiasi kinerjanya, dengan memaparkan 100 hari kerja Jokowi-Maruf di bidang ekonomi, politik dan kebijakan telah berjalan baik.

"Ini pertama kali terjadi Wakil Presiden mengevaluasi Presiden-nya dan mengatakan 'baik-baik saja'. Ajaib. Itu sama dengan jeruk makan jeruk. Kan yang mesti mengevaluasi adalah oposisi," tutur Rocky.

"Masak Wakil Presiden mengevaluasi Presiden dan kesimpulannya 'baik saja', tentu saja. Kalau enggak bisa diganti dia," imbuhnya dan disambut tawa peserta bedah buka.

Selain Rocky Gerung, hadir Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, politisi senior Partai Gerindra Sandiaga S. Uno, aktivis HAM Haris Azhar, dan penulis buku Mardani Ali Sera.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya