Berita

PKS dan Demokrat usul Pansus Jiwasraya/Net

Politik

Usul Hak Angket Pansus Jiwasraya Diterima Pimpinan DPR, Fraksi PKS: Bukan Untuk Menjatuhkan Pemerintah

SELASA, 04 FEBRUARI 2020 | 17:30 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Fraksi Partai Demokrat di DPR secara resmi mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Jiwasraya ke Pimpinan DPR RI.

Sebanyak 50 anggota DPR dari Fraksi PKS dan 54 anggota DPR Fraksi Demokrat menggunakan hak angketnya.

Ketua Fraksi PKS di DPR RI, Jazuli Juwaini mengatakan maksud penggunakan hak angket Pansus Jiwasraya sebagai bentuk keseriusan PKS mengusut tuntas kasus yang merugikan duit negara belasan triliun rupiah itu.


"Kami membikin Pansus ini bukan menjatuhkan pemerintah atau apa, tetapi ingin membuka secara terang benderang," tegas Jazuli kepada wartawan di Ruang Pimpinan DPR RI, Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (4/2).

Dia menegaskan, PKS mendorong penegakan hukum yang objektif dan transparan serta ingin menyelamatkan BUMN yang belakangan merugi dan jangan sampai berimbas ke BUMN yang lainnya.

"Penegakan hukum objektif. Kita tidak ingin ambruk dunia industri sejenis, itu," demikian Jazuli.

Penyerahan nama Pansus Angket Jiwasraya itu diterima langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin. Menurut dia, penggunaan hak angket DPR oleh Fraksi PKS dan Demokrat itu ditampung dan akan didiskusikan oleh pimpinan.

"Terimakasih, proses siang hari ini kami terima. Dalam penerimaan ini akan sesuai mekanisme sesuai tatib, khususnya di Pasal 164, di mana hak-hak anggota dewan yang bisa menggunakan hak itu di tanda tangani lebih dari satu fraksi. Tentu ini akan menjadi perhatian pimpinan," demikian Aziz.

Turut hadir dalam kesempatan itu antara lain anggota Fraksi Demokrat Benny K Harman, Hinca Panjaitan, Herman Khaeron dan anggota Fraksi Demokrat lainnya.

Sementara anggota Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, Aboe Bakar Al-Habsyi, Ledia Hanifa Amaliah hingga Dimyati Natakusuma.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya