Berita

Jaya Suprana/Ist

Jaya Suprana

Mengenang Gus Sholah

SENIN, 03 FEBRUARI 2020 | 07:17 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KANTOR Berita Politik RMOL, 2 Februari 2020, memberitakan bahwa setelah kesehatannya  sempat menurun pasca operasi jantung, Minggu siang (2/2), KH Salahudin Wahid yang dikenal dengan nama Gus Sholah akhirnya meninggal dunia, sekitar pukul 20.50 WIB.
 
Tebu Ireng

Kabar kepergian pemimpin Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur ini disampaikan putranya, Irfan Wahid, lewat akun Twitter. Gus Solah sudah dua pekan lamanya dirawat di RS Harapan Kita, Jakarta. Adik mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid ini disebutkan harus menjalani operasi ablasi untuk mengatasi gangguan irama jantung yang dalam ilmu kedokteran disebut aritmia.


Cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari dan putra dari KH Wahid Hasyim ini lahir di Jombang pada 11 September 1942. Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini pernah menjadi anggota MPR RI dan juga Wakil Ketua Komnas HAM.  


Politik Kerakyatan

Saya pribadi merasa kehilangan seorang sahabat merangkap mahaguru politik saya yang dengan sabar dan tekun memberikan pelajaran akhlak politik kepada saya yang awam-politik ini.

Adalah Gus Sholah yang mengajarkan kepada saya berdasar bukan sekedar teori, namun keteladanan sikap dan perilaku bahwa politik terluhur dan termulia bukanlah politik kekuasaan, namun politik kerakyatan. Politik Kerakyatan menjunjung tinggi harkat dan martabat rakyat di atas penguasa. Suatu pemikiran yang nalar dan bijak sebab di sebuah negara demokratis, penguasa hanya bisa berkuasa apabila dipilih oleh rakyat.

Dengan penuh kerendahan hati, saya bersujud memanjatkan doa permohonan kepada Yang Maha Kasih untuk Berkenan Menerima Gus Sholah di sisi Beliau di alam baka. AMIN.

Penulis adalah Pembelajar Politik Kerakyatan


Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya