Berita

Mulfachri Harahap/Net

Politik

Jelang Kongres PAN, Loyalis Mulfachri Lebih Unggul Di Atas Petahana Zulkifli Hasan

RABU, 29 JANUARI 2020 | 22:30 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Mulfachri Harahap menjadi salah satu sosok yang diperhitungkan untuk menjadi ketua umum PAN dalam Kongres V yang direncanakan digelar pertengahan Februari nanti.

Sebab, Zulkifli Hasan sang petahana yang juga bakal maju pada perebutan kursi PAN-1 itu belum mendapat dukungan Ketua Dewan Penasihat DPP PAN, Amien Rais.

Begitu disampaikan Direktur Indonesia Political Opinion (IPO), Dedy Kurnia Syah saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Rabu (28/1).


"Memang dalam hitungan perkiraan, jika digabung antara loyalis Mulfachri dan Amien Rais, menghadapi loyalis Zulhas, terkesan Zulhas tertinggal," kata Dedy.

Walau begitu, kata Dedy, peluang untuk Zulhas sapaan Zulkifli Hasan dengan status petahana tidak sepenuhnya tertutup.

"Tetapi, dalam politik internal Parpol, lobby dan negosiasi itu berjalan dinamis," katanya.

Selain mendapat restu dari Amien Rais, faktor kebimbangan Zulhas dalam memposisikan PAS saat menghadapi Pilpres 2019 silam menjadi faktor lain mengapa Mulfachri menjadi kuat menjelang Kongres.

"Mulfachri jelas didukung lebih banyak kelompok yang tidak puas atas pilihan politik Zulhas, terutama soal gamangnya Zulhas memilih jalur politik pasca 2019, hendak ke pemerintah atau oposisi," urainya.

"Kegamangan itu membuat sebagian kader merasa perlu sosok baru yang lebih berkarakter, dan saat ini muncul Mulfachri," demikian Dedy.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya