Berita

Jaya Suprana/Istimewa

Jaya Suprana

Kemesraan Ini

SABTU, 11 JANUARI 2020 | 23:31 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

AKIBAT ada bangsa asing terlalu serakah sehingga bernafsu ingin menerobos masuk ke dalam wilayah perairan zona ekonomi di sekitar timur laut pulau Natuna, maka kemesraan menyelinap masuk ke dalam relung-relung kehidupan bangsa Indonesia yang kebetulan sedang dirundung suasana tidak terlalu mesra  maka tidak terlalu indah!

Melawan Angkara Murka
Terlepas kemelut Natuna sandiwara politik atau bukan, dapat diyakini bahwa akibat keserakahan nelayan asing maka bangsa Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke maupun dari Natuna sampai Nusa Kambangan berpaduan-suara menyanyikan lagu perjuangan “Maju Tak Gentar” silih berganti dengan “Dari Barat Sampai Ke Timur”.

Akibat pelanggaran kedaulatan zona ekonomi Indonesia di perairan sekitar pulau Natuna, maka tidak terdengar lagi perdebatan mubazir tentang khalifah atau khilafah atau radikalisme, atau siapa lebih Pancasilais ketimbang siapa. Sebab segenap pihak bersatupadu dalam sibuk bertukar saran mengenai bagaimana cara melawan syahwat angkara murka bangsa asing merongrong bangsa Indonesia.

Akibat pelanggaran kedaulatan zona ekonomi Indonesia di perairan sekitar pulau Natuna, maka tidak terdengar lagi perdebatan mubazir tentang khalifah atau khilafah atau radikalisme, atau siapa lebih Pancasilais ketimbang siapa. Sebab segenap pihak bersatupadu dalam sibuk bertukar saran mengenai bagaimana cara melawan syahwat angkara murka bangsa asing merongrong bangsa Indonesia.
 
Manunggal
Akibat segenap pihak merasa kedaulatan bangsa terancam maka wejangan Jenderal Besar Soedirman tentang kemanunggalan TNI dengan rakyat dengan sendirinya serta-merta terwujud menjadi kenyataan. Selaras makna adiluhur terkandung pada sila poros Pancasila yaitu Persatuan Indonesia.

Mendadak pula terdengar kembali gemuruh kumandang pekik perjuangan Bung Tomo  yang legendaris menggetar sukma yaitu “Merdeka Atau Mati !”.

Akibat kapal nelayan asing dikawal kapal pengawal pantai asing berlayar masuk kawasan Natuna, maka para kecebong yang sedang seru berseteru melawan para kampret langsung berdamai demi bersatu-padu melawan angkara murka pelanggaran kedaulatan kelautan Nusantara.
 
Kemesraan
Bahkan kaum bongpret sebagai perpaduan kecebong-kampret tak lupa mengundang kaum kaldrun alias kadal gurun untuk bergabung ke dalam barisan laskar pembela bangsa demi bersama rawe-rawe rantas malang-malang putung berjuang mengusir bangsa asing yang mengancam  kedaulatan nelayan Indonesia.

Pendek kata, segenap warga Indonesia yang cinta Indonesia paripurna saling mesra bergandengan tangan dan saling mesra berangkulan sambil merdu mengalunkan teks lagu indah syahdu “Kemesraan Ini Jangan Cepat Berlalu.”

Penulis mendambakan kemesraan antarsesama warga Indonesia jangan cepat berlalu.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya