Berita

Proses pencarian korban masih terus dilakukan/Net

Nusantara

Kerahkan Helikopter, Tim SAR Sisir Lokasi Banjir Labura Cari 5 Korban Hilang

SENIN, 30 DESEMBER 2019 | 12:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Penanganan banjir bandang disertai tanah longsor di Kabupaten Labuhanbaru Utara (Labura), Sumatera Utara yang terjadi pada Sabtu malam (28/12), masih terus dilakukan.

Minggu sore (29/12) pukul 17.00 WIB,  Bupati Labura Khairuddin Syah Sitorus bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat berhasil mencapai Desa Hatapang yang sebelumnya terisolir setelah jembatan penghubung hanyut terbawa banjir.

Tim gabungan lainnya juga ditugaskan menggunakan alat berat untuk membersihkan jalan utama yang sebelumnya tertutup oleh berbagai jenis material, mulai dari lumpur, bebatuan, batang pohon, hingga puing bangunan.


Dari data yang diberikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Agus Wibowo dan diterima oleh Kantor Berita Politik RMOL pada Senin (30/12), sedikitnya 20 unit rumah hancur dan rusak berat sedangkan 6 rumah lainnya hanyut.

Akses sinyal seluler masih belum terhubung dan satu jembatan rusak. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, namun lima orang dalam satu keluarga masih dinyatakan hilang dan belum berhasil ditemukan meski tim pencarian sudah dibentuk.

Setelah diidentifikasi, data korban satu keluarga tersebut adalah Ahmad Albar Sipahutar (kepala keluarga), Cahaya Nasution (istri), Reni Yana Sipahutar (anak), Irul Sipahutar (anak) dan Reja Sipahutar (anak).

Hari ini, petugas dari Badan SAR Provinsi Sumatera Utara dijadwalkan akan melanjutkan pencarian menggunakan bantuan helikopter untuk menyisir lokasi terdampak banjir.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya