Berita

Jemaah sedang memasuki Gereja Immanuel, gambir/RMOL

Nusantara

Seratus Personel TNI-Polri Dan Dua Baracuda Standby Di Gereja Immanuel

SELASA, 24 DESEMBER 2019 | 19:35 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Malam Misa Natal yang diselenggarakan di Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel Gambir, Jakarta Pusat, telah dilakukan pengamanan ketat oleh personel gabungan TNI dan Polri.

Tim Asistensi Pengamanan Misa Natal dari Polres Jakarta Pusat, Kompol Asep Suparman mengatakan, jumlah total personel gabungan yang diturunkan sebanyak 100 personel.

Selain itu, sebanyak dua unit Baracuda turut diturunkan untuk mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan di Gereja yang dibangun sejak tahun 1834 ini.


"Untuk personel gabungan TNI Polri ada 100 Personel. Sementara ada 2 baracuda di-standby-kan. Kita non stop sampai besok," ujar Asep saat ditemui Kantor Berita Politik RMOL, di Gerbang Utama GPIB Immanuel, Jalan Pejambon, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (24/12).

Lebih lanjut, Asep mengatakan bahwa pola pengamanan yang dilakukan personel gabungan ialah dengan menerapkan sistem "Ring". Ia menjelaskan ada dua Ring pengamanan di GPIB Immanuel ini.

"Untuk Ring 1 di dalam Gereja, kita lakukan screening terhadap orang-orang yang datang. Sementara Ring 2 berada di luar, dengan melakukan patroli keliling," ucap Asep.

Sterilisasi di komplek peribadatan umat Kristiani ini juga dilakukan oleh personel Brimob yang dilengkapi dengan senjata laras panjang.

Berdasarkan pantauan Kantor Berita Politik RMOL di lokasi, ratusan jemaah sedang bersiap-siap melakukan ibadat Misa Natal dan mendengarkan Khutbah dari Ibu Pendeta Michiko Pinaria Saren.

Jadwal Misa di GPIB Immanuel ini pun  terbagi ke dalam 3 sesi, pertama pada Pukul 17.00 WIB sore tadi. Sementara, untuk sesi kedua dilangsungkan pada Pukul 19.00 WIB. Kemudian untuk sesi terakhir dilangsungkan pada pukul 20.30 WIB.

Adapun sebagaimana informasi dari pengurus GPIB Immanuel, Gubernur DKI Jakarta akan bertandang ke GPIB Immanuel ini sekira Pukul 20.30 WIB.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya