Berita

Iwan Sumule/Ist

Politik

Kehadiran Budi Gunawan Di Papua Menjelang 1 Desember Indikasi Fungsi Intelijen Negara Tidak Dikerjakan Dengan Baik

SABTU, 30 NOVEMBER 2019 | 12:11 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Sejumlah petinggi bidang politik dan keamanan berkumpul di Papua untuk menyaksikan gelar kekuatan militer. Diduga, kehadiran mereka untuk mengantisipasi kegiatan kelompok separatis tangga 1 Desember besok.

Di antara yang hadir adalah Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan.

Menurut politisi Partai Gerindra, Iwan Sumule, kehadiran Budi Gunawan di Papua secara terbuka kurang elok dan memperlihatkan kecanggungan dalam mengelola aktivitas intelijen di saat-saat yang urgent ini.


“Kehadiran Kepala BIN dalam acara tersebut menunjukan dirinya tidak memiliki kemampuan intelijen dan lagi-lagi tidak mengerjakan fungsi intelijen dengan baik,” kata dia.

Menurut Iwan, seharusnya Budi Gunawan menggunakan metode kerja senyap untuk melakukan pencegahan dini atas segala hal yang dapat mengancam keamanan negara.

Iwan yang pernah menjadi calon anggota DPR RI dari Papua juga menyampaikan penilaian umum terhadap kebijakan Jokowi di Papua.

Menurutnya, ada kesan pemerintahan Jokowi seperti kehilangan akal dan tak punya solusi konkret untuk masyarakat Papua. Padahal sejak awal sudah disampaikan bahwa persoalan dasar Papua adalah terjadinya ketidakadilan.

“Intoleransi, radikalisme, ataupun separatisme bisa terjadi karena disebabkan adanya ketidakadilan negara, terutama ekonomi dan hukum.
Pemerintahan Jokowi tidak pernah mau belajar dari kegagalan. Dan mereka yang dianggap gagal seperti Kepala BIN dan Menkeu masih saja dipertahankan.
Berharap hasil yang berbeda dari orang dan metode yang sama adalah kebodohan,” ujarnya sambil mengutip pernyataan Einstein.


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya