Berita

Andi Arief/RMOL

Politik

Sindiran Untuk Bambang Soesatyo, Andi Arief: Usul Jabatan Presiden 3 Periode Ngakalin

SABTU, 30 NOVEMBER 2019 | 10:10 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Banyak hal yang dapat dipelajari dari kronik perjalanan bangsa. Misalnya tentang bagaimana Bung Karno dan founding fathers lainnya mengedepankan komunikasi politik yang baik di antara mereka untuk menyusun dasar negara dan memperjuangkan kemerdekaan.

“Soekarno tempuh jalan damai menyatukan banyak ideologi di BPUPKI, kompromi dasar negara,” ujar politisi Partai Demokrat Andi Arief dalam pesannya Sabtu pagi (30/11).

BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dibentuk oleh pemerintahan balatentara Jepang untuk menampung aspirasi kemerdekaan bangsa Indonesia pada 1 Maret 1945. Di dalam badan ini, tokoh-tokoh kemerdekaan dan kebangsaan Indonesia membicarakan berbagai hal, terutama dasar negara Indonesia merdeka yang menjadi semacam batas dalam kehidupan bernegara dan berbangsa Indonesia.


Kelak, di tahun 1958 pemerintah membubarkan Partai Masyumi, dan di tahun 1966 membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Kedua partai ini dibubarkan, kata Andi Arief yang belakangan aktif berkebun hidroponik, karena pemimpin-pemimpinnya keblinger dan memilih pemberontakan. Mereka secara sadar keluar batas.

“Masyumi dan PKI dibubarkan pimpinannya keblinger memilih pemberontakan, keluar batas,” ujar Andi Arief.

“Adakah yang ingin keluar batas saat ini? Ya, itu yang mau priode 3 kali dan pilihan Presiden di MPR. Ngakalin,” kata Andi Arief lagi.

Sejauh ini, yang paling getol memperjuangkan wacana masa jabatan presiden tiga periode adalah Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Diduga, wacana itu dilemparkannya untuk mendapatkan sokongan dari Presiden Joko Widodo dalam pemilihan Ketua Umum Partai Golkar.

Namun ternyata, wacana yang dilemparkannya itu menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk dari Presiden Jokowi sendiri.

Jurubicara Presiden, Fadjroel Rachman, pun telah menegaskan bahwa Presiden Jokowi tidak mendukung wacana yang oleh banyak pihak dinilai liar itu.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya