Berita

Foto: Net

Politik

Andi Arief: FPI Perjuangan Lumpen Proletariat Yang Mulai Dipercaya Kelas Menengah

SABTU, 30 NOVEMBER 2019 | 07:18 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Ideologi apapun akan terus tumbuh selagi ia menemukan ruang yang memungkinkannya untuk hadir di tengah masyarakat.

Pengadilan tidak bisa digunakan untuk membungkam ideologi. Mengadili ideologi akan berakhir dengan kesia-siaan. Mustahil.

Pengadilan hanya bisa dilakukan untuk mengadili pelanggaran hukum, termasuk aksi kekerasan dan pemberontakan, yang dilakukan oleh individu dan atau kelompok.


Demikian antara lain pesan yang disampaikan politisi Partai Demokrat Andi Arief pagi ini (Sabtu, 30/11).

Pesan itu disampaikan di tengah polemik yang sedang berkembang menyusul pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi yang memberikan rekomendasikan agar pemerintah  memperpanjang izin Front Pembela Islam (FPI), dan di tengah persiapan Reuni 212, kegiatan akbar yang dimulai pada 2016 lalu dan diinisasi FPI.

“Pemerintah sibuk mengadili ideologi. Tidak mungkin bisa, tetapi output kekerasan/pemberontakan bisa menjadi dasar. Itu saja diperiksa,” ujar Andi Arief.

Dia mengatakan bahwa FPI adalah ekspresi perjuangan masyarakat miskini kota atau lumpen-proletariat.

“Bagi saya FPI adalah perjuangan lumpen/miskin kota yang kini mulai dipercaya kelas menengah karena keadaan dan kekosongan kepemimpinan perlawanan,” demikian mantan Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana ini.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya