Berita

CS Fu Hai/Net

Bisnis

Menhub Diminta Copot Pejabat Dithubla Yang Terlibat Di Balik Operasi Dua Kapal Kabel China

KAMIS, 28 NOVEMBER 2019 | 07:40 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Dalam upaya meningkatkan industri angkutan laut atau pelayaran nasional dibutuhkan sejumlah komitmen. Di antaranya adalah komitmen untuk tidak membiarkan kapal asing berkeliaran di laut domestik.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menegasakan, untuk memajukan industri angkutan laut nasional dalam rangka membangun perekonomian nasional, industri pelayaran harus dikelola tanpa campur tangan asing. Apalagi campur tangan yang merugikan, yang dipenuhi kongkalikong.

Arief Poyuono menyoroti dua kapal kabel milik perusahaan China, SB Submarine Systems, yang bermarkas di Shanghai. Keduanya adalah CS Fu Hai dan CS Bold Maverik  yang menggunakan bendera Panama.


Kedua kapal itu saat ini melakukan pemasangan kabel bawah laut di perairan Indonesia. Ini jelas melanggar asas cabotage dalam sistim industri angkutan laut nasional atau pelayaran.

Asas cabotage secara sederhana adalah prinsip yang memberi hak eksklusif kegiatan angkutan barang dan orang dalam negeri oleh perusahaan angkutan laut nasional dengan menggunakan bendera Merah Putih serta awak kapal berkewarganegaraan Indonesia.

“Izin yang diberikan kepada kedua kapal kabel ini oleh Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pertahanan sangat jelas menunjukkan kedua kementerian ini tidak peka terhadap perlindungan industri angkutan laut atau pelayaran nasional,” ujar Arief Poyuono dalam perbincangan dengan redaksi pagi ini (Kamis, 28/11).

Patut diduga, sambungnya, ada suap yang mengalir ke oknum pejabat yang terlibat dalam pemberian izin operasi kedua kapal kabel itu.

“KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) harus mulai melakukan operasi penyidikan terkait dugaan praktek di Direktorat Perhubungan Laut,” sambung dia.

Dia mengingatkan bahwa Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pernah menyampaikan komitmen terhadap asas cabotage. Sebelum komitmen itu disampaikan, sebagian besar layanan laut domestik diramaikan kapal berbendera asing yang menyebabkan usaha angkutan laut nasional terpuruk.

“Menurut Menteri Budi Karya bukan hanya Indonesia saja yang menerapkan asas cabotage. Banyak negara lain juga menerapkan asas ini untuk melindungi indutri angkutan nasionalnya. Diantaranya, Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Jepang, India, China, Australia dan Filipina,” Arief Poyuono mengingatkan.

Presiden Joko Widodo pun, masih kata dia, memiliki komitmen dan keberpihakan pada industri pelayaran nasiona.

Dengan demikian, Arief Poyuono menambahkan lagi, kedua kapal kabel milik China tersebut tidak ada bedanya dengan kapal penangkap ikan asing yang mencari ikan di perairan Indonesia secara ilegal. Anehnya, kehadiran mereka dibiarkan dan malah didukung Direktorat Jendral Perhubungan Laut.

“Karena itu Pak Budi Karya harus segera mencopot pejabat-pejabat di Direktorat Jenderal Hubungan Laut (yang terlibat) segera,” demikian Arief Poyuono.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya