Berita

Serah terima monumen Patung Fatmawati di Bengkulu/RMOL

Bisnis

Genjot Dana Murah Di Bengkulu, BTN Perkuat Strategi Bisnis

RABU, 13 NOVEMBER 2019 | 09:12 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Di tengah persaingan perebutan dana murah di Bengkulu, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) terus memperkuat strategi bisnisnya dengan membidik seluruh segmen nasabah pada berbagai produk tabungan.

Dikatakan Direktur BTN, R Mahelan Prabantarikso, Bengkulu memiliki potensi sangat besar dari sisi funding. Di daerah ini banyak masyarakat memiliki rumah subsidi dengan penghasilan rata-rata di bawah lima juta rupiah. Bahkan, hampir 90 persen lebih kredit yang tersebar adalah untuk masyarakat MBR dengan KPR Subsidi.

"Agar masyarakat bisa memiliki kemampuan menjadi bankable (memenuhi persyaratan bank untuk mendapatkan kredit usaha), mereka harus menabung dan BTN siap menjembataninya dengan menyiapkan produk-produk yang dimiliki," kata Mahelan usai acara serah terima Monumen Patung Fatmawati di Bengkulu, Selasa (12/11).


Mahelan menjelaskan, Bank BTN di Bengkulu hingga saat ini memiliki sekitar 10 ribu nasabah. Ia optimis, jumlah itu akan terus mengalami peningkatan.

"Kami ingin volume transaksinya terus meningkat sejalan dengan program promosi yang akan kita galakkan di wilayah ini untuk bagaimana masyarakat nantinya banyak yang memanfaatkan produk dana BTN. Perseroan memiliki banyak produk yang bisa dinikmati masyarakat antara lain membayar Top up aplikasi seperti Link Aja, pembayaran listrik, transaksi online dan lain sebagainya," ujarnya.

Adapun secara nasional, Bank BTN memiliki number of account (NOA) sekitar 10 juta dan saat ini sedang menggalakkan dana untuk bertranksaksi menggunakan produk-produk dana yang dimiliki perseroan dengan gimik-gimik menarik lainnya seperti yang sudah dilakukan pada program BTN Super Untung.

Perseroan juga berharap masyarakat memiliki rumah dari menabung, dimana model ini bisa dikerjasamakan dalam bentuk business to business atau dalam bentuk kerjasama dengan lembaga atau instansi. Pemda maupun Pemkot dan perusahaan lokal dapat digandeng nantinya dengan kerjasama yang ujungnya para pegawai dapat difasilitasi kebutuhan perumahannya.

"Kita sudah banyak model kerjasama seperti itu yang dilakukan di wilayah lain, dan Bengkulu akan menjadi target untuk itu," terangnya.

Patung Fatmawati

Sementara itu, terkait serah terima monumen Pahlawan Fatmawati di kota Bengkulu, Bank BTN yang berperan sebagai koordinator program BUMN Hadir untuk Negeri di wilayah tersebut telah menyelesaikannya. Serah terima monumen tersebut kepada Yayasan Fatmawati adalah komitmen dari peran yang sudah dilaksanakan BTN bersama BUMN lainnya.

"Ini adalah akhir dari amanah yang diberikan kepada BTN selaku koordinator BUMN lainnya di wilayah ini dalam program BUMN Hadir Untuk Negeri Agustus 2019 lalu dan kami telah menyelesaikannya dengan baik," tutur Mahelan.

Lebih lanjut, keberadaan monumen ini sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat Bengkulu mengingat Fatmawati adalah termasuk pahlawan yang berasal dari daerah tersebut.

"Sebagai daerah yang miliki potensi wisata, dibangunnya monumen patung Fatmawati setidaknya akan memberikan peluang destinasi berbeda pada masyarakat luas. Apalagi monumen ini bisa jadi akan menjadi ikon kota Bengkulu dan akan memberi nilai pada pariwisata di wilayah ini," tuturnya.

Mahelan berharap, sektor pariwisata di daerah Bengkulu akan terus mengalami peningkatan diperkuat dengan bandara yang representatif, sehingga akan banyak proyek di daerah sekitar yang bisa dibiayai oleh BTN seperti kredit konstruksi hotel ataupun pembangunan home stay.

"Banyak ragam baik syariah maupun konvensional yang bisa dilakukan BTN dalam mendukung sektor pariwisata, salah satunya melalui program KPR Mikro dan KPR ABCG. Kita sudah banyak membangun daerah-daerah pariwisata dan model-model kolaborasi komunitas dan juga banyak program-progran lain yang telah dilakukan yang tentunya akan mendorong kehidupan masyarakat lebih baik lagi," tegasnya.

Adapun monumem Patung Fatmawati  dibuat oleh Nyoman Nuarta, salah satu pematung ternama di Indonesia. Patung berbahan dasar tembaga dan kuningan setinggi 7 meter ini menggambarkan Fatmawati sedang menjahit bendera pusaka merah putih.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya