Berita

Boris Johson ingin pemilu Inggris dipercepat/Net

Dunia

Boris Johnson Gagal Dapatkan Suara Parleman Untuk Percepat Pemilu Inggris

SELASA, 29 OKTOBER 2019 | 09:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Boris Johson butuh kerja sangat keras untuk mendapatkan dukungan dari Parlemen Inggris. Perdana Menteri Inggris itu kembali gagal mendapatkan dukungan suara mayoritas untuk mempercepat Pemilu.

Sebanyak 299 anggota parlemen mendukung usulan Boris Johnson untuk mengadakan pemilihan umum awal pada 12 Desember mendatang. Sementara 70 menentang.

Namun, jumlah tersebut tidak mencapai batas bawah dukungan yaitu dua pertiga suara dari 650 anggota parlemen yang disyaratkan oleh hukum di Inggris untuk meloloskan keinginan tersebut.


Melansir AFP, Selasa (29/10), Partai Buruh sebagian besar abstain soal pemilu yang dipercepat ini.

"Karena mayoritas yang dibutuhkan belum tercapai," kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat John Bercow.

Johnson diketahui memang mendorong pemilu diadakan lebih awal. Hal ini merupakan bagian dari upayanya memecahkan kebuntuan politik soal Brexit.

Johnson bersumpah untuk mengakhiri "kelumpuhan" atas kepergian Inggris dari Uni Eropa. "Dengan satu atau lain cara, kita harus melanjutkan ke pemilihan," katanya kepada anggota parlemen.

"Rumah ini tidak bisa lagi menyandera negara ini. Jutaan keluarga dan bisnis tidak dapat merencanakan masa depan karena ini," lanjutnya.

Selain itu, Johnson mendorong pemilihan umum dipercepat, untuk mengamankan suara mayoritas di parlemen yang akan memungkinkannya mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk menyetujui kesepakatan perceraian dengan Brussels.

Di sisi lain, para pemimpin UE pada Senin kemarin menyetujui perpanjangan ketiga untuk proses Brexit sampai 31 Januari 2020. Johnson tampaknya enggan menerima ini. Dia pun mendesak UE untuk tidak memberikan perpanjangan waktu lagi setelah itu.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya