Berita

Poster Raja Arab, Salman bin Abdulaziz, Presiden Yaman, Abdu-Rabbu Mansour Hadi, dan Presiden UEA Khalifa bin Zayed di Aden, Yaman/Net

Dunia

Didukung Arab Saudi, Presiden Yaman Rangkul Separatis Di Kabinet

SENIN, 28 OKTOBER 2019 | 04:18 WIB

Sebuah kesepakatan diteken demi mengakhiri konflik antara pemerintah dengan kelompok separatis. Dalam kesepakatan itu pemerintah memasukkan kelompok tersebut dalam susunan baru.

Kesepakatan itu diambil Presiden Yaman, Abdrabbuh Mansour Hadi demi mengakhiri konflik perebutan kekuasaan di Yaman selatan.

Hadi mendapat dukungan penuh dari Arab Saudi dalam mengambil keputusan. Dukungan mencakup peraturan mengenai sistem kekuasaan yang melibatkan Hadi dan Dewan Transisi Selatan (STC) yang berselisih di Aden selama berbulan-bulan.


Dalam isi perjanjian, akan diumumkan beberapa hari mendatang dan mengikuti negosiasi yang dilakukan selama beberapa pekan oleh Arab Saudi.

Seperti dikutip Aljazeera, Minggu (27/10), Menteri Informasi Yaman, Yaman Muammar Eryani mengatakan bahwa perjanjian itu telah ditandatangani dalam dua hari.

STC adalah kelompok Yaman yang bergabung dengan pemerintaha aliansi militer Arab Saudi. Mereka melakukan intervensi militer di Yaman pada Maret 2015 untuk memperbaiki pemerintahan Hadi, yang tidak lama setelah dipindahkan dari Sanaa oleh Pemberontak Houthi. STC dibentuk pada 2017 dengan dukungan dari pemerintah Arab.

Pada bulan Agustus, gerakan separatis yang juga didukung UEA ingin membuat pemerintahan sendiri di wilayah Yaman selatan. Mereka menyalahkan pemerintahan Hadi ketika pasukannya merebut kursi sementara wilayah Aden.

Beberapa pekan terakhir, Arab Saudi berusaha memfokuskan koalisi untuk melawan Houthi di perbatasannya yang berulang kali meggunakan rudal dan serangan pesawat nirawak ke kota-kota di Arab Saudi selama berkonflik.

Dalam rangka menjaga keamanan, Kerajaan Arab menaruh pasukannya di Yaman selatan. Arab Saudi juga menambah pasukan, mengirim kendaraan lapis baja, tank, dan peralatan militer lainnya.

Pada awal bulan ini, Kerajaan Arab menjaga keamanan di wilayah ibukota Yaman, Aden. Tepatnya, setelah UEA menarik sebagian pasukannya dari ibukota. Laporan: Ahda Sabila

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya