Berita

Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar (kiri)/Istimewa

Dunia

Dorong Ciptakan Wisata Halal, Taiwan Gelar Konferensi Turis Muslim Di Taipei

RABU, 23 OKTOBER 2019 | 14:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Meningkatnya jumlah wisatawan muslim di dunia membuat banyak negara berlomba-lomba memanfaatkan kesempatan ini dengan menciptakan wisata halal. Tak terkecuali Taiwan yang mayoritas penduduknya beragama Buddha.

Demi mendorong penciptaan wisata halal, Taiwan menyelenggarakan Muslim Tourism Conference di International Conference Hall of the Institute of Transportation Building, Taiwan, Rabu (23/10). Tak tanggung-tanggung, Taiwan mengundang Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center sekaligus mantan Wakil Menteri Pariwisata Indonesia, Sapta Nirwandar.

"Sebenarnya wisata halal bukan semata-mata soal anjuran bagi umat Islam, namun merupakan extended service bagi umat muslim dan bermanfaat bagi  nonmuslim dari sisi konsumen maupun produsen,” ungkap Sapta Nirwandar dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (23/10).


Wisata halal sendiri, menurut Sapta, adalah persoalan mengenai akses, penyediaan informasi, dan kualitas pelayanan yang sangat terkait dengan kebutuhan wisatawan muslim. Misalnya tempat ibadah, hingga label halal yang tersertifikasi untuk restoran, hotel, spa, bakery shop, dan sebagainya.

Sapta juga menekankan wisata halal saat ini justru lebih berkembang di negara-negara mayoritas nonmuslim. Seperti Prancis, Inggris, Rusia, China, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

Pernyataan Sapta ini sesuai dengan data laporan Global Islamic Economy Summit, di mana angka halal travelling spending pada 2017 saja sudah mencapai 184 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 2.582 triliun (Rp 14.035/dolar AS).

Ironisnya, di Indonesia wisata halal sangat mudah dijumpai. Akan tetapi jumlah wisatawan muslim yang berkunjung ke Tanah Air relatif masih kecil bila dibandingkan dengan Thailand, Singapura, dan Malaysia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya