Berita

Aksi unjuk rasa di Bolivia/Net

Dunia

Curiga Pemilu Dicurangi, Ribuan Warga Bolivia Turun Ke Jalan

RABU, 23 OKTOBER 2019 | 11:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemilu Bolivia berujung panas. Masyarakat Bolivia mencurigai ada kecurangan dalam proses penghitungan suara. Mereka pun langsung melakukan aksi unjuk rasa di jalanan.

Ribuan warga Bolivia yang geram dengan proses penghitungan suara yang dicurangi, turun ke jalan. Mereka menganggap Presiden Eva Morales telah berupaya mencurangi pemilihan umum.

Warga yang protes memenuhi luar Hotel La Paz di Sucre, Bolivia pada Selasa (22/10). Hotel itu sendiri merupakan tempat dewan pemilihan memproses surat suara yang tersisa dalam pemilu yang berlangsung Minggu (20/10).


Dilaporkan Reuters, menurut perhitungan cepat yang dilakukan Mahkamah Pemilihan Umum negara bagian (TSE), Morales mengungguli pesaingnya, Carlos Mesa dengan selisih 10 poin dengan perhitungan suara 95 persen.

Namun, ada yang janggal dalam perhitungan tersebut. Karena setelah perhitungan suara hingga 84 persen, TSE menghentikan mempublikasi pemilihan pada Senin (21/10). Akibatnya, publik pun curiga dan memulai protes.

Para pengunjuk rasa pun menuntut wakil presiden dewan pemilihan untuk mundur dan mengungkapkan laporan yang sebenarnya. Karena telah mendiskreditkan seluruh proses pemilihan sehingga menyebabkan gejolak sosial yang tidak perlu.

Menanggapi hal ini, Menteri Luar Negeri Diego Pary kemudian mengundang Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) untuk mengaudit perhitungan suara. Bahkan pemerintah asing seperti Amerika Serikat juga menyatakan keprihatinan tentang pemilu Bolivia kali ini.

Menurut pengamat dari OAS, langkah itu secara drastis mengubah nasib Pemilu Bolivia dan melukai kepercayaan terhadap proses tersebut.

Sementara itu, Presiden TSE, Maria Eugenia Choque mengatakan kepada wartawan sembari menangis, pihaknya membantah ada upaya penipuan pemilu seperti yang dilontarkan oleh warga Bolivia.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya