Berita

Recep Tayyip Erdogan/Net

Dahlan Iskan

Tahun Pendek

SELASA, 09 JULI 2019 | 05:04 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

“BUNGA yang tinggi adalah setan dari segala setan."
 
Dan Erdogan gerak cepat: memberhentikan gubernur bank sentralnya. Sabtu lalu. Yang tidak kunjung mau menurunkan suku bunga.
 
Ini taruhan hidup mati. Bagi presiden Turki itu.
 

 
Jalan politik sudah buntu. Jalan ekonomi pun terjal.
 
Ekonomi Turki tidak juga segera membaik.
 
Hasil pilkada serentak pun mengejutkannya: empat kota terbesar di Turki dimenangkan oposisi. Kali ini termasuk ibu kota, Ankara. Bahkan termasuk kota terbesar Turki, Istanbul. Jangan dibilang lagi Izmir, kota terbesar ketiga. Yang lima tahun lalu pun sudah dimenangkan oposisi.
 
Pun termasuk Antalya. Kota terbesar kelima. Dan Adana. Kota terbesar keempat.
 
Hanya kota ketujuh, Bursa, yang oposisi kalah. Itu pun tipis.
 
Partai Keadilan dan Pembangunan memang masih memenangkan pilkada di lebih banyak kota, tapi kota yang kecil-kecil.
 
"Siapa pun yang memenangkan Istanbul akan memenangkan Turki."
 
Kata bertuah itu juga diucapkan Recep Tayyip ErdoÄŸan. Saat presiden Turki itu memenangkan Pilkada Istanbul di masa mudanya. Di tahun 1994.
 
Kata bertuah itu seperti mengancam dirinya sendiri.
 
Di pilkada bulan lalu calon Erdogan kalah. Calon oposisi, Ekrem Imamoglu menang. Dengan sangat dramatis.
 
Akankah Imamoglu jadi presiden menggantikan Erdogan kelak? Di pemilu 2023?
 
Erdogan sebenarnya sudah berusaha keras menghambat Imamoglu. Ia sudah berhasil mengubah konstitusi Turki. Dua tahun lalu. Dari sistem parlementer menjadi presidensial.
 
Ia pun memenangkan pemilu. Menjadi presiden pertama Turki berdasar konstitusi baru.
 
Erdogan juga memenangkan hati masyarakat luas. Ketika militer melakukan kudeta. Barikade rakyat sipil-lah yang telah menggagalkan kudeta itu.
 
Tapi ekonomi terus memburuk. Puncaknya tahun lalu. Ketika inflasi mencapai 25 persen. Dan mata uang lira jatuh sampai 40 persen.
 
Waktu lira Turki dibuang enam nolnya (000.000) di tahun 2005, 1 dolar AS sama dengan 1,3 lira. Tahun lalu 1 dolar AS = 5,4 lira. Dan Senin kemarin 1 dolar AS = 5,7 lira.
 
Popularitas Erdogan kalah dengan kenyataan hidup.
 
Hasil kerjanya yang hebat selama 20 tahun terakhir seperti dilupakan. Padahal dialah yang membuat Turki menjadi negara G20 bersama Presiden SBY. Dialah yang bikin pendapatan perkapita rakyatnya naik menjadi 10 ribu dolar AS.
 
Yang capaian pemerataannya mencengangkan.
 
Kini dominasi Erdogan terancam.
 
Kejayaan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang dipimpinnya redup.
 
Padahal Erdogan ingin menang pemilu lagi.
 
Kekalahan calonnya di empat kota terbesar itu adalah lampu kuning-tua baginya. Untung masih ada waktu empat tahun. Fokus perbaikan ekonomi tidak bisa ditunda.
 
"Bunga bank yang tinggi adalah setan dari semua setan."
 
Itu juga matra yang selalu diucapkan Erdogan. Ia memang penganut aliran suku bunga rendah untuk menurunkan inflasi. Rakyat sangat tidak bisa menerima kenaikan harga-harga.
 
Saat ini suku bunga pinjaman bank di Turki termasuk yang tertinggi di dunia: 24 persen. Lebih dari dua kali lipat suku bunga di Indonesia. Atau enam kali lipat suku bunga di Eropa. Padahal bagian barat wilayah Turki termasuk Eropa.
 
Suku bunga 24 persen itu mengingatkan saya pada masa muda. Yang harus mengembangkan koran di daerah-daerah dengan suku bunga seperti itu. Bahkan pernah 'menikmati' pinjaman dengan suku bunga 29 persen.
 
Sejak awal Erdogan minta bank sentral menurunkan bunga. Agar ekonomi bergerak lagi.
 
Tapi gubernur bank sentral selalu tidak mau.
 
Murat Çetinkaya tidak bisa diintervensi. Gubernur bank sentral itu independen dari politik. Prinsip Murat: bunga tinggi itu terpaksa. Untuk menjaga nilai tukar lira. Agar tidak lebih merosot. Yang kemerosotan itu pada gilirannya juga akan membuat inflasi tinggi.
 
Dengan bunga tinggi valuta asing tidak lari. Karena bisa menikmati bunga tinggi. Lira pun bisa stabil --meski stabil rendah. Stabilitas nilai tukar lebih penting. Agar pebisnis bisa melakukan kalkulasi. Daripada turun naik.
 
Hampir semua presiden jengkel kepada gubernur bank sentral masing-masing. Termasuk Presiden Amerika, Donald Trump. Yang terus uring-uringan. Permintaannya agar suku bunga di Amerika diturunkan tidak pernah direspons.
 
Padahal, ujar Trump, kalau suku bunga diturunkan lagi ekonomi Amerika yang sudah sangat baik ini akan bisa meroket lagi.
 
Menurut bank sentral, suku bunga Amerika sudah sangat rendah. Hanya 3,75 persen. Kalau diturunkan lagi bisa membuat ekonomi terlalu bergairah. Overheated. Justru suatu saat nanti bisa ambruk.
 
Orang seperti Jusuf Kalla dan Mahathir Mohamad, termasuk yang berada di aliran bunga rendah. Begitulah umumnya bisnisman.
 
Dengan memberhentikan gubernur bank sentral, Erdogan telah mengambil risiko baru.
 
Memasuki perjudian di teori ekonomi. Saya akan terus mengikuti proses dan hasilnya.
 
Memang.
 
Perjudian di politik kelihatannya sudah mentok. Upayanya menghambat Imamoglu gagal total.
 
Padahal calon wali kota Istanbul yang dia ajukan sangat handal: Binali Yildirim. Ia mantan perdana menteri Turki! Yakni perdana menteri terakhir. Sebelum ganti sistem menjadi presiden.
 
Yildirim juga mantan ketua DPR. Pun mantan menteri. Beberapa kali. Termasuk menteri perhubungan, maritim dan komunikasi.
 
Rupanya Yildirim tidak bakat jadi wali kota. Sebelum ini pun ia juga calon wali kota Izmir. Juga kalah.
 
Pilkada Istanbul sangat melelahkan bagi Yildirim. Dua kali. Karena harus diulang.
 
Yang pertama selisih hasil pemungutan suara kecil. Dua calon sama-sama merasa menang. Bahkan Yildirim sudah pasang baliho besar: sebagai pemenang pilkada.
 
Ternyata kalah 28.000 suara. Yildirim ajukan protes keras. Dilakukanlah hitung ulang. Yildirim tetap kalah. Meski selisihnya menjadi tinggal 16.000.
 
Imamoglu pun dilantik jadi wali kota. Hanya dua minggu setelah pilkada.

Yildirim belum mau mengucapkan selamat. Demikian juga Erdogan.
 
Partai Keadilan masih mengajukan gugatan. Alasannya: ada petugas TPS yang bukan pegawai negeri. Ini pelanggaran.
 
KPU menerima gugatan itu. Dari 11 anggota KPU, 7 lawan 4.
 
Harus dilakukan pilkada ulang.
 
Jabatan wali kota bagi Imamoglu dicopot. Hanya 16 hari Imamoglu jadi wali kota.
 
Pilkada ulang pun dilakukan bulan lalu.
 
Hasilnya: Imamoglu menang dengan selisih 800.000 suara.
 
Erdogan pun menerima kenyataan itu. Ia berikan ucapan selamat kepada Imamoglu: calon pesaing terkuatnya itu.
 
Wasih ada waktu empat tahun. Saat itu nanti Erdogan berumur 70 tahun.
 
Empat tahun yang pendek bagi Erdogan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya