Berita

Dahlan Iskan

Gerakan Lokal

SENIN, 17 JUNI 2019 | 07:35 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

CARRIE Lam mengalah. Sedikit. Proposal ekstradisinya tidak harus disahkan buru-buru.

Tidak lagi harus jadi UU minggu depan. Bahkan pemimpin tertinggi Hongkong itu tidak menetapkan harus kapan.

Pendemo justru seperti mendapat angin baru. Langkah surut Carrie Lam justru dipakai untuk lebih menekannya.


Demo tetap dilancarkan. Hari Minggu kemarin. Saat saya menulis naskah ini demo sudah dimulai. Jam 3 pagi waktu Amerika.

Kelihatannya bisa lebih besar lagi. Dengan dress code hitam. Bahkan mereka sudah pemanasan sejak Sabtu. Mereka justru membawa tuntutan baru.

Carrie Lam mengundurkan diri. Aktivis yang ditahan harus dilepas.

Proposal ekstradisi harus dibatalkan sama sekali. Tidak hanya ditunda.

Carrie Lam harus cabut pernyataannya Rabu lalu: bahwa demo itu kerusuhan.

Tokoh-tokoh demo sudah tidak percaya lagi pada kepemimpinan Carrie Lam. Mereka juga menyatakan polisi telah bertindak melebihi kewajaran.

Memang tidak ada yang meninggal tapi 80 orang terluka. Termasuk 22 orang polisi.

Pendemo kemarin banyak yang membawa bunga kematian. Beberapa anak muda dari Taiwan terbang ke Hongkong. Mendukung demo. Lalu terbang balik 1,5 jam ke Taiwan.

Lantas bagaimana?

Kuat-kuatan?

Di Hongkong sudah biasa begitu. Lima tahun lalu, misalnya. Demonya sangat besar. Juga sangat lama: 77 hari.

Ada 'Gerakan Payung' saat itu. Semua pendemo membawa payung. Mengembangkannya.

Menjadi sangat menarik.

Demo waktu itu melahirkan tokoh muda legendaris. Salah satunya baru berumur 23 tahun: Nathan Law Kwun Chung (羅冠聰).

Terpilih menjadi presiden mahasiswa Lingnan University.


Dua tahun kemudian Nathan terpilih jadi anggota DPR.

Nathan lahir di Shenzhen, Tiongkok. Dari ayah Hongkong dan ibu Tiongkok. Saat umur 10 tahun ia pindah ke Hongkong.

Tidak lama Nathan jadi anggota DPR. Pengadilan mencopotnya. la diadili. Dengan tuduhan separatis. Dihukum 7 bulan. Seorang hakim tinggi menjaminnya. Agar dapat status tahanan rumah.

Saat punya anak, sang anak diberi nama, kalau diterjemahkan, 'Aspirasi'. Nathan tetap konsisten dengan perjuangannya: Hongkong harus menjadi negara sendiri. Daiam ikatan Persemakmuran (bekas jajahan Inggris).

Nathan mendirikan partai. Namanya: Demosisto.

la tidak sendirian.

Dua lagi tokoh muda yang lahir dari huru-hara lima tahun lalu: Baggio Leung Chung Hang (梁頌恆) dan Yau Wai Ching (游蕙禎). Satu cowok. Satu cewek.

Mereka mendirikan gerakan 'Youngspiration'.

Dua-duanya kemudian juga terpilih sebagai anggota DPR. Juga sama-sama dicopot. Atas perintah pengadilan.

Tiga anak muda itu memang sangat pemberani. Saat dilantik menjadi anggota DPR, misalnya, keduanya membawa spanduk. Bunyinya: Hongkong bukan Tiongkok. Bahkan mereka membuat plesetan 'People's Republik of China' menjadi 'People's Fuckablic of Jee-na'.

Ada dua kata yang sensitif di plesetan itu. 'F***' dan 'Jee-na'. Yang pertama Anda sudah tahu. Yang kedua, itu panggilan hinaan saat Tiongkok dijajah Jepang.

Semua itu yang membuat mereka diadili. Dinyatakan bersalah. Dihukum. Dicopot haknya menjadi anggota DPR.

Pun setelah itu. Masih ada beberapa demo lagi.

Misalnya saat mereka menemukan anak kecil yang ikut neneknya. Anak itu lahir di Tiongkok. Orang tuanya masih ada di Tiongkok. Tapi anak itu tinggal di Hongkong. Tanpa surat-surat. Mereka demo. Agak besar. Ke kantor imigrasi. Agar anak itu dideportasi ke Tiongkok. Anak itu akhirnya ambil putusan sendiri: pulang ke Tiongkok. Nama anak itu: Siu Yao Wei. Umur 12 tahun.

Tokoh lain di gerakan ini adalah seorang wanita. Namanya: Claudia Mo Man Ching Bowring. Bersuamikan orang Kanada: Philips Bowring.

Claudia kini berumur 62 th. Dialah pendiri partai 'Hongkong First'. Terpilih menjadi anggota DPR dari Dapil Kowloon Barat. Claudia-lah yang kini menentang keras Carrie Lam.

Claudia memang sekolah SMA di Toronto. Lalu masuk Universitas Carlton di Ottawa. Mengambil studi jurnalistik. Begitu lulus, Claudia menjadi wartawan kantor berita Prancis, AFP. Dia memang mahir berbahasa Prancis.

Claudia adalah wartawan, penulis, presenter dan politisi.

Suaminya juga wartawan. Di Hongkong. Pernah menjadi wartawan majalah terkemuka Far Eastern Economic Review.

Yang membentuk jiwa keras Claudia adalah keadaan. Saat dia meliput demo prodemokrasi. Di lapangan Tian An Men, Beijing. Itu 30 tahun lalu.

Dia melihat langsung bagaimana tentara Tiongkok menggilas demonstran yang begitu besar.

Demo sudah seperti nafas harian di Hongkong. Pernah ada demo besar justru di malam tahun baru. Dua tahun lalu. Topiknya: melindungi kaki lima. Yang akan digusur dari Hongkong.

Alasan mereka: kaki lima adalah bagian darl kultur Hongkong.

Mereka memang mendapat angin dari Amerika. Para tokoh gerakan payung itu sudah diusulkan mendapat hadiah Nobel Perdamaian.

Yang mengusulkan: dua anggota Kongres Amerika. Demo hari Minggu kemarin bisa jadi rekor baru dalam jumlah. Akankah juga rekor baru dalam jumlah hari?

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Digelar di JCC, Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:25

Jaksa Agung Rotasi 29 Jaksa Termasuk Dirdik Jampidsus

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:05

Bawaslu Mulai Susun Indeks Kerawanan Pemilu 2029

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:00

Refly Harun Kawal Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:45

Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:43

OPM Pimpinan Kopitua Heluka Diduga Dalang Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:39

Pemuda Jabar Peduli Gelar Santunan untuk Korban Pesta Rakyat Garut

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:36

Gus Yahya Siap Bertarung Lagi Pertahankan Kursi Ketum PBNU

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:32

Pakta Integritas Perempuan Bangsa Wujud Totalitas Besarkan PKB

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30

Wakapolri Ingatkan Perwira Remaja: Satu Tindakan Menyimpang Rusak Kepercayaan Polri

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:21

Selengkapnya