Berita

Donald Trump/Net

Dahlan Iskan

Tempe Kedelai

KAMIS, 30 MEI 2019 | 17:26 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

IRAN bersikap dingin. Tidak lagi terlihat menantang-nantang. Tapi juga tidak menyerah. Padahal Presiden Donald Trump menyiratkan keinginan agar Iran menyerah padanya. Trump sudah terlanjur menggertak. Lewat tweet-tweetnya. Dan lewat penasihat keamanan nasionalnya yang keranjingan perang: John Robert Bolton.

Xi Jinping juga menunjukkan sikap lebih dingin. Tidak lagi terlihat menantang-nantang Amerika. Tapi juga tidak menyerah. Ia kini lebih banyak bergerak dalam diam.

Arab Saudi yang salah tingkah.


Arab terlanjur mendadak. Akan mengadakan pertemuan puncak. Tiga jenis sekaligus. Mulai besok. Tempatnya di Makkah.

Keluarga kerajaan Arab Saudi memang biasa tinggal di Makkah. Terutama setiap akhir bulan Ramadan. Untuk ikut mencari lailatul qadar. Di ruang khusus istana. Yang dari dalamnya bisa melihat Kakbah.

Lailatul qadar adalah satu malam di akhir Ramadan, entah yang mana. Rahasia Allah. Yang bila orang beribadah di malam itu pahalanya sama dengan beribadah seribu bulan.

Tiga jenis KTT itu adalah:
1. KTT Arab.
2. KTT negara-negara Teluk.
3. KTT negara-negara Islam.

Topiknya sama: ketegangan di Selat Hormuz. Selat yang amat penting. Yang memisahkan daratan Iran dengan beberapa negara Arab. Tempat lewatnya tanker-tanker minyak Iraq, Kuwait, Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab dan tanker Iran sendiri.

Ketegangan itu terjadi sejak Trump melakukan pembatalan sepihak. Mengenai perjanjian internasional tentang tahapan pengakhiran senjata nuklir Iran.

Trump masih menambah hukuman baru untuk Iran. Menghapus dispensasi lama. Yang Iran masih bisa jual minyak ke lima negara terdekat.

Lebih tegang lagi saat Trump benar-benar mengirim pesawat pembom. Ditempatkan di Qatar. Trump juga sudah mendekatkan kapal induk ke Selat Hormuz. Dan segera mengirim tentara tambahan ke situ: 1.500 tentara.

Kalau sampai perang meletus di Selat Hormuz, negara-negara Arab-lah yang paling terkena dampaknya.

Itulah sebabnya Arab menyelenggarakan tiga KTT sekaligus.

Arab Saudi tentu ingin ada sikap bersama: melawan Iran. Yang didukung Amerika.

Bisakah? Mungkinkah terjadi kesepakatan kata?

Untuk KTT Arab sendiri kelihatannya akan ada ganjalan dari Iraq. Amerika-lah memang yang membidani lahirnya Iraq yang ada sekarang. Tapi tidak otomatis Iraq mau pro Saudi.

Sejak Amerika menekan Iran, Iraq ikut menderita. Posisi Iraq juga sulit: mayoritas penduduknya pro Iran. Pribadi-pribadi elit pemerintahan Iraq pun pro Iran.

Untuk KTT negara Islam lebih sulit. Iran adalah salah satu anggota. Yang harus diundang. Bagaimana dukungan bisa bulat.

Tentang KTT negara-negara Teluk pun tidak lebih mudah. Arab dan Uni Emirat Arab lagi jotakan dengan Qatar. Salah satu anggotanya di Selat Hormuz. Yang dinilai terlalu pro Iran.

Jadi, apa yang bisa diharap dari tiga KTT di Makkah itu?

Sikap baru Iran yang dingin itu sendiri membuat Amerika jadi canggung. "Iran tidak akan menyerang kepentingan Amerika di mana pun," tegas menteri luar negerinya. "Iran tidak mau perang," tambahnya.

Terlihat sekali elit Iran sekarang ini sangat moderat. Dalam suasana seperti ini biasanya Iran sudah marah-marah. Memakai-maki. Bakar-bakar bendera Amerika.

Kali ini tidak.

Bahkan ada yang mengharukan. Dua news anchor TV pemerintah di Iran dipecat. Hanya karena di TV tersebut terlontar pernyataan yang menjelekkan aliran Sunni.

Dulu yang seperti itu biasa saja. Aliran Sunni hanya diikuti sekitar 10 persen penduduk Iran.

Tapi pemerintah Iran sekarang tidak mengutik-utik Sunni. Yang keberadaannya memang dijamin oleh UUD Iran. Termasuk kebebasan Sunni menjalankan praktek keagamaan mereka.

Jadi bagaimana?

Trump sudah terlanjur mengirim pesawat pembomnya. Sudah mendekatkan kapal induknya. Sudah terlanjur menegaskan akan menambah tentara.

Tentu ini momentum baik bagi yang berupaya meredakan ketegangan. Oman adalah satu-satunya negara netral di kawasan itu. Oman berhak ikut tiga KTT sekaligus. Dia Arab. Dia Islam. Dia berada di negara Teluk.

Oman memang sedang berupaya jadi penengah. Oman bukan Syiah. Bukan pula Sunni. Oman adalah Ibadi. Tapi pengaruhnya terlalu kecil.

Justru Jepang yang kelihatannya bisa berperan besar. Jepang adalah bagian dari Amerika. Tapi sangat dekat dengan Iran.

Karena itu hari Sabtu-Minggu kemarin Trump berada di Jepang. Tampaknya Jepang yang akan bisa menyelamatkan keadaan. Jepang memang bisa tersiksa. Kalau harga minyak naik. Akibat ketegangan ini.

Pembicaraan selama di Tokyo kelihatannya berhasil.

Sebelum pulang ke Washington, Trump bikin konferensi pers.

"Amerika tidak ada niat menyerang Iran. Juga tidak punya maksud menggulingkan pemerintah yang sekarang," ujar Trump di Tokyo itu.

Ketegangan langsung reda. Pun sebelum tiga macam KTT besok hari di Makkah.

Tentu kita belum bisa memegang ucapan Trump begitu saja. Kata-katanya sering saling berlawanan. Apalagi antara ucapan dengan tindakannya.

Amerika memang produsen kedelai terbesar di dunia. Tapi kita juga tahu tidak ada tempe di sana.

Dari mana Trump bisa punya pribadi esok dhele (kedelai) sore tempe? 

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya