Berita

Iran/Net

Global

Diduga Mata-mata Inggris, Wanita Iran Dibui 10 Tahun

SELASA, 14 MEI 2019 | 07:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang wanita Iran dijatuhi hukuman 10 tahun penjara di Iran karena dituduh memata-matai untuk Inggris.

Jurubicara pengadilan Gholamhossein Esmaili mengatakan bahwa wanita itu telah bertanggung jawab atas urusan Iran dari British Council, sebuah organisasi budaya, dan mengaku bekerja sama dengan para pejabat intelijen Inggris.

Identitas wanita itu tidak dirilis, namun pengadilan mengatakan dia telah dijatuhi hukuman baru-baru ini setelah dia membuat pengakuan langsung.


Esmaili menambahkan bahwa tersangka, yang diduga ditugaskan untuk menyusun dan mengelola proyek-proyek infiltrasi budaya, telah ditangkap oleh badan-badan intelijen dan keamanan Iran lebih dari setahun yang lalu.

Seorang teman wanita yang dijatuhi hukuman mengidentifikasi dia sebagai Aras Amiri. Sementara surat kabar Inggris The Telegraph melaporkan bahwa salah satu anggota keluarga Amiri mengkonfirmasi bahwa dia adalah orang yang dihukum.

Pengumuman itu mendorong tanggapan langsung dari London. Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris (FCO) mengatakan bahwa pihaknya sangat prihatin dengan langkah Iran.

"Kami belum dapat mengkonfirmasi rincian lebih lanjut pada tahap ini dan sedang mendesak mencari informasi lebih lanjut," kata juru bicara FCO kepada Al Jazeera.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya