Berita

Zulkifli Hasan/Net

Politik

Zulhas: Saya Hadir Di Istana Sebagai Ketua MPR

JUMAT, 26 APRIL 2019 | 13:06 WIB | LAPORAN:

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengklarifikasi hembusan isu yang menyebut partainya, Partai Amanat Nasional (PAN), akan bergabung ke pemerintah Jokowi usai penetapan Capres-Cawapres terpilih oleh KPU 22 Mei nanti.

Isu tersebut, berhembus kencang menyusul kunjungan Ketum PAN itu ke Istana Negara dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Rabu (24/4) lalu.

Tak hanya itu, hembusan isu kian kencang ketika Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan menyebut pihaknya membuka opsi untuk keluar dari koalisi pendukung Paslon 02 Prabowo-Sandi.


"Yang jelas, kita akan melihat posisi kita lagi ya. Kan pemilihan presiden sudah selesai, jadi kami lihat nanti ke depannya gimana," ujar Bara di Gedung DPR, Kamis (25/4).

Zulhas pun memberikan klarifikasi atas hembusan isu tersebut. Melalui akun Twitter pribadinya, @ZUL_Hasan, ia menyebut klarifikasi perlu mengingat banyaknya pertanyaan terkait kehadirannya di Istana, yang sebenarnya wajar mengingat ia adalah Ketua MPR.

"Saya hadir di Istana sebagai Ketua MPR dalam Pelantikan Gubernur Maluku. Sama seperti pelantikan gubernur-gubernur lainnya. Apalagi, Murad Ismail adalah sahabat saya dan PAN mengusungnya di Pilkada Maluku lalu," ujar Zulhas, Jumat (26/4).

Zulhas menambahkan, saat ini partainya di seluruh lapisan tengah fokus mengawal perolehan suara baik Pileg maupun Pilpres. PAN disebutnya juga aktif memberikan masukan untuk perbaikan kinerja KPU.

Tak lupa, ia juga mengajak seluruh anak bangsa untuk kembali mempererat persaudaraan meskipun pilihan politik berbeda.

"Saudaraku dan sahabat semua, di masa-masa krusial penghitungan suara ini, mari tetap jaga dan rekatkan persaudaraan kita sesama anak bangsa. Pilihan boleh beda, Merah Putih kita tetap sama," pungkasnya.

Senada, Sekjen PAN Edy Soeparno juga menegaskan partainya akan tetap bersama-sama dengan koalisi pendukung Prabowo-Sandi.

"Kita tetap konsisten berada di koalisi Adil Makmur. Jangan percaya rumor!" ujar Eddy kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (26/4).

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Polisi seperti Tidak Mampu Tangani Begal

Minggu, 24 Mei 2026 | 06:05

Klub Milik Kaesang Turun Kasta

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:27

Hormati Ritual Haji, Trump Tunda Serang Iran

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:14

Jokowi Tak Pernah Diperiksa APH Meski Namanya Sering Disebut Pejabat Korupsi

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:11

Kritikan Anies ke Prabowo Bagai Oase

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:26

Terkecuali Amerika

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:14

Amien Rais: Jokowi Lapar dan Haus Kekuasaan

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:03

Wamen ESDM Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik Pascablackout di Sumatera

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:38

Publik Diajak Peduli Alam dan Satwa Lewat Kompetisi IAPVC 2026

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:32

Modus Aseng "Menaklukan" Aparat agar Tambang Ilegal Tak Tersentuh Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:01

Selengkapnya