Berita

Hidayat Nur Wahid/Net

Politik

PKS Yakin PAN Tidak Akan Hengkang Dari Koalisi Prabowo-Sandi

JUMAT, 26 APRIL 2019 | 12:59 WIB | LAPORAN:

. Partai Amanat Nasional (PAN) diyakini tidak akan hengkang dari barisan pendukung pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid menegaskan, dirinya sangat yakin kalau partai yang dipimpin Zulkifli Hasan itu tak akan meninggalkan Koalisi Adil Makmur lalu bergabung dengan kubu petahana Joko Widodo-Maruf Amin. Hal itu berdasarkan pada pernyataan Sekjen PAN, Eddy Soeparno.

"Saya masih memegangi pernyataan dari pada Sekjen PAN yang menegaskan bahwa PAN tetap bersama dengan koalisi Prabowo-Sandi," tegas Wakil Ketua MPR RI ini saat ditemui di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Jumat (26/4).


Perlu diketahui, isu mengenai PAN akan bergabung dengan kubu capres petahana menyusul beredarnya foto yang menampilkan Zulhas tengah bertemu dengan Jokowi. Terkait itu, Hidayat menegaskan bahwa foto yang beredar luas itu adalah foto lama yang sengaja disebarluaskan.

"Foto itu ketika jauh sebelum ada pemilu. Bahkan beberapa tahun sebelum pemilu," tegasnya.

Meski demikian, diakuinya kalau beberapa waktu lalu Zulhas yang juga Ketua MPR RI itu memang sempat bertemu dengan Jokowi. Namun pertemuan tersebut bukanlah pertemuan pribadi yang diatur secara khusus. Melainkan pertemuan biasa antara kedua petinggi negara.

Itu pun ditegaskannya pertemuan tersebut dilakukan bukan dalam konteks pertemuan khusu. Sebab, Zulhas ke Istana Negara hanya untuk menghadiri undangan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.

"Pemimpin lembaga negara diundang dan saya juga diundang cuma karena saya lagi di luar kota saya tidak hadir," umbuhnya.

"Biasa sesudah pertemuan itu adalah ngobrol antar pimpinan lembaga negara dan saya tidak tahu apa yang dibicarakan. Tapi kalau itu pertemuan seolah-olah pertemuam pribadi antara Pak Jokowi dengan Pak Zul, itu hoaks, itu tidak benar," pungkasnya Hidayat menegaskan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya