Berita

Ferdinand Hutahaean/Net

Politik

Ferdinand Hutahaean: Sebaiknya KPU Setop Tayangkan Perhitungan Di Situng

JUMAT, 26 APRIL 2019 | 08:24 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mendapat sorotan dari publik akibat maraknya salah input data dari form C1 ke portal Sistem Perhitungan (Situng).

Parahnya, kesalahan input tersebut semuanya merugikan perolehan suara untuk Paslon 02 Prabowo-Sandi dan menguntungkan Paslon 01 Jokowi-Maruf Amin.
Atas dasar tersebut, KPU diminta untuk menghentikan penayangan perhitungan di portalnya. Salah satu yang menyuarakan ini adalah Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean.

"Sebaiknya @KPU_ID menghentikan tayangan perhitungan di web KPU yang selalu salah input. Terlebih bahwa hitungan itu tidak menentukan," ujarnya di Twitter, Jumat (26/4).

"Sebaiknya @KPU_ID menghentikan tayangan perhitungan di web KPU yang selalu salah input. Terlebih bahwa hitungan itu tidak menentukan," ujarnya di Twitter, Jumat (26/4).

Selain tidak menentukan kemenangan, imbuh Ferdinand, penayangan perhitungan yang selalu salah input itu juga menimbulkan polemik.

"Daripada menimbulkan polemik, sebaiknya stop. Toh nanti hitung manual yang berlaku resmi menentukan pemenang Pilpres," imbuh Politikus Partai Demokrat ini seraya menandai akun Twitter Bawaslu RI.

Ferdinand dikenal keras menyuarakan dugaan kecurangan yang marak diungkap oleh masyarakat, termasuk di media sosial. Sebelumnya, ia menyebut pemenang Pemilu ini bukan ditentukan oleh pemilih, melainkan oleh para penghitung. 

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Polisi seperti Tidak Mampu Tangani Begal

Minggu, 24 Mei 2026 | 06:05

Klub Milik Kaesang Turun Kasta

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:27

Hormati Ritual Haji, Trump Tunda Serang Iran

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:14

Jokowi Tak Pernah Diperiksa APH Meski Namanya Sering Disebut Pejabat Korupsi

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:11

Kritikan Anies ke Prabowo Bagai Oase

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:26

Terkecuali Amerika

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:14

Amien Rais: Jokowi Lapar dan Haus Kekuasaan

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:03

Wamen ESDM Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik Pascablackout di Sumatera

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:38

Publik Diajak Peduli Alam dan Satwa Lewat Kompetisi IAPVC 2026

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:32

Modus Aseng "Menaklukan" Aparat agar Tambang Ilegal Tak Tersentuh Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:01

Selengkapnya