Berita

Ferdinand Hutahean/Net

Politik

Ferdinand: BPN Curang Di Mana? Coba Sebutkan

KAMIS, 25 APRIL 2019 | 20:39 WIB | LAPORAN:

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menilai pernyataan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf punya bukti kecurangan pihaknya tidak masuk akal.

"Curangnya di mana? coba disebutkan," tantang balik Direktorat Advokasi BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (25/4).

Sebab logikanya saja, menurut Ferdinand, kecurangan tersistematis dalam Pemilu sangat terbuka lebar untuk dilakukan petahana.


"Di mana-mana Pemilu seperti ini penguasa atau petahanalah yang punya ruang dan punya kesempatan untuk curang," jelas Ferdinand.

Sementara lawan politik petahana, lanjut politisi Partai Demokrat ini, hanya bisa mengikuti sistem yang ada sambil berjuang untuk menang.

"Penantang kan tidak bisa masuk di dalam sistem penyelenggara Pemilu," pungkas Ferdinand.

Direktur Hukum dan Advokasi TKN, Ade Irfan Pulungan sebelumnya menyatakan, bukti kecurangan pihak 02 Prabowo-Sandi berasal dari pengaduan masyarakat yang masuk ke hotline TKN. Sejak dibuka pada 9 April, papar Ade, sudah ada 25 ribu pengaduan masyarakat terkait masalah penyelenggaraan pemilu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya