Berita

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo/RMOL

Politik

PEMILU 2019

Pengamanan Pemilu, Anggota Polri Yang Meninggal Meningkat 100 Persen

KAMIS, 25 APRIL 2019 | 16:54 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Mabes Polri mengakui faktor utama yang menyebabkan 16 anggotanya meninggal dunia dalam pengamanan Pemilu 2019 lantaran durasi yang sangat lama dari mulai persiapan hingga penghitungan dan mengawal suara suara.

"Kalau 2014 sebagian besar sore hari sudah selesai artinya malam hari tidak ada lagi penghitungan lagi. Malam hari tinggal mengamankan surat suara dikirim ke PPK," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/4).

Sementara pada proses Pemilu kali ini, betul-betul menguras tenaga, lantaran anggota mengawal penghitungan hingga delapan jam lamanya, bahkan rata-rata baru selesai esok harinya.


"Lalu cek lagi kelengkapan seluruh surat suara siap baru dikawal lagi ke PPK. Sebagian besar (meninggal) karena kelelahan," jelas Dedi.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini mengakui, jumlah personel Kepolisian yang meninggal dunia presentasenya naik hingga 100 persen dibanding 2014.

"Tahun 2014 ada delapan orang anggota Polri yang gugur. Dan tahun 2019 ini ada 16 anggota gugur," ujarnya.

Untuk mencegah banyaknya petugas Kepolisian yang mengawal proses Pemilu ini, lanjut Dedi, Mabes Polri melalui AsSDM telah mengeluarkan surat Telegram berupa arahan kepada anggota yang bertugas mengawal rekapitulasi suara.

"Shift-nya diatur, kemudian waktu istirahatnya diperhatikan dan seluruh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polri disiagakan untuk memberikan tambahan asupan vitamin," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya