Berita

Ilustrasi Raja Caocao/Net

Dahlan Iskan

Raja Wei

MINGGU, 07 APRIL 2019 | 05:00 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

TIBA di kota Chengdu pun saya naik CaoCao. Rabu kemarin. Ingin tahu bedanya dengan yang di Tianjin. Ternyata sama. Tentu saja. Sama-sama taksi aplikasi. Sama-sama mobilnya: mobil listrik. Dari pabrik yang sama: Geely. Merk mobilnya pun sama: Emgrand EV.

Bedanya sopir yang di Chengdu pakai jas dan dasi. "Ini peraturan dari perusahaan," ujar Pak Li, sopir yang membawa saya.

Bedanya lagi di waktu musim salju. Di Tianjin banyak salju. Di Chengdu jarang ada salju. Bagi mobil listrik ternyata 'salju' itu menjadi pembeda. "Di musim salju bisa lebih hemat 20 persen," ujar Pak Li. Sopir CaoCao di Tianjin.


Sudah dua kali Pak Li mengalami musim salju. Dua bulan lalu dan tahun sebelumnya. "Di musim salju kami tidak perlu menghidupkan AC," ujar Pak Li. "Memang kami harus menghidupkan pemanas. Tapi tidak banyak makan baterai," tambahnya.

Penghematan seperti itu tidak pernah dinikmati Pak Chen. Sopir CaoCao di Chengdu. Hanya saja Pak Chen juga punya kelebihan: bisa charging di tempat umum tanpa tersiksa dingin.
Hanya itulah satu-satunya kelemahan mobil listrik di daerah salju. Itu pun bagi yang tidak bisa charging di rumah.

Kenapa tidak charging di rumah saja? “Rumah saya kecil. Tidak punya tempat parkir," ujar Pak Wang. Padahal kalau bisa charging di rumah penghematanya lebih-lebih lagi. Tidak sampai separo charging di tempat umum. Yang tarif listriknya komersial. Yang bila pagi hari listriknya  lebih mahal lagi.

Pun sudah mahal begitu baru   seperempat biaya bensin. Tapi kalau bisa dicharging di rumah luar biasa lagi hematnya. Tidak sampai 10 persennya bensin. Memang kalau charging di tempat umum bisa cepat. Satu jam sudah kembali penuh. Kapasitas listriknya besar. Sedang di rumah harus menyesuaikan dengan meteran yang sudah ada.

Hanya sedikit sopir CaoCao  yang mampu charging di rumah. Hanya 20 persen dari jumlah seluruh sopir CaoCao.

"Memang kalau chargingnya di rumah perlu 8 jam. Tapi gak ada masalah. Kan kami tinggal tidur," ujar Pak Li. "Pagi hari sudah penuh. Cukup untuk sampai naksinya selesai," tambahnya.
Pak Li berangkat CaonCao jam 6 pagi. Pulangnya jam 6 sore. Untuk 12 jam seperti itu biasanya masih tersisa 50 km lagi. Menurut pengalaman mereka setiap satu jam menghabiskan baterai setara jarak 20 km.

Memang saya tidak menyangka Geely bisa secepat ini. Dalam menemukan teknologi jarak tempuh. Tiga tahun lalu baterai Geely baru bisa untuk 150 km. Dua tahun lalu meningkat menjadi 200 km. Kini sudah 300 km. Sudah hampir sama dengan Tesla. Yang pernah saya beli itu.

Maka bisa diproyeksikan bagaimana dua tahun lagi. Jangan-jangan sudah bisa 500 km.
Kalau itu tercapai saat itulah mobil listrik benar-benar jadi kebutuhan hidup. Di negeri sana. Bukan di negeri lainnya.

Taktik marketing Geely mulai ada hasilnya. Lewat pendirian CaoCao itu. Kini pemilik mobil yang gabung ke Didi pun sudah berubah. Sudah ada yang berganti ke Emgrand EV.
Toh Didi (baca: titi) tidak mempersoalkan. Apakah mobil Anda bensin atau listrik. Yang penting Anda menggunakan aplikasi Didi.

Harga Emgrand EV sekitar Rp 300 juta. Tidak banyak beda dengan mobil bensin di kelasnya. Pendapatan dari ikut aplikasi Didi sama besarnya. Tapi biaya bahan bakarnya lima kali lebih murah.

Penciptaan CaoCao ini bolehlah.  Bahkan menemukan nama CaoCao itu pun luar biasa.
Semua orang Tiongkok tahu CaoCao. Ia adalah beliau: Raja hebat dari kerajaan Wei. Berkuasa antara tahun 216 sampai 220.

Sebelum itu pun CaoCao sudah dikenal sebagai jendral perang yang tangguh. Jagoan. Khususnya di pertempuran tiga negara, San Guo. Yang oleh orang Hokkian disebut Samkok.
Caocao meninggal tanggal 15 Maret tahun 220. Makamnya ditemukan oleh penggali tanah. Untuk dibuat batu bata. Di tahun 2009. Di pedesaan di Louyang, provinsi Henan.

Ada beberapa rangka di galian itu. Salah satunya adalah wanita. Kemungkinan besar itu adalah isteri CaoCao. Tapi istri yang mana? Bukankah sejarah menyebutkan istri Raja CaoCao  12? Itu pun baru setidaknya. Pun sampai sekarang. Masih banyak sandiwara dengan lakon CaoCao. Saking terkenalnya raja ini.

Jangankan CaoCao-nya sendiri. Panglima perangnya saja sudah terkenal. Namanya: Jendral Kwang Kong. Yang patungnya begitu dipuja. Pun di kelenteng-kelenteng di Indonesia.

Tapi yang paling membuat Raja CaoCao melegenda adalah ini: jangan sebut namanya. Begitu orang menyebut nama CaoCao tiba-tiba saja ia sudah ada di dekat orang itu. Kisah pemunculan tiba-tiba itu begitu melekat pada kehebatan CaoCao.

Maka saat kami masih di loby hotel saya minta dengan sangat pada teman saya: jangan dulu buka aplikasi CaoCao.

Takut saya: tiba-tiba ada mobil listrik di loby itu.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Digelar di JCC, Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:25

Jaksa Agung Rotasi 29 Jaksa Termasuk Dirdik Jampidsus

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:05

Bawaslu Mulai Susun Indeks Kerawanan Pemilu 2029

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:00

Refly Harun Kawal Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:45

Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:43

OPM Pimpinan Kopitua Heluka Diduga Dalang Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:39

Pemuda Jabar Peduli Gelar Santunan untuk Korban Pesta Rakyat Garut

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:36

Gus Yahya Siap Bertarung Lagi Pertahankan Kursi Ketum PBNU

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:32

Pakta Integritas Perempuan Bangsa Wujud Totalitas Besarkan PKB

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30

Wakapolri Ingatkan Perwira Remaja: Satu Tindakan Menyimpang Rusak Kepercayaan Polri

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:21

Selengkapnya