Berita

Jokowi/Net

Politik

Tak Memadai, Jokowi Sebaiknya Jangan Kejar Target

SELASA, 05 FEBRUARI 2019 | 12:33 WIB | LAPORAN:

Presidium Persatuan Pergerakan Andrianto menganggap, gaya calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo yang belakangan ini kerap menyerang kubu oposisi merupakan sebagai bentuk kepanikan karena elektabilitas diam ditempat.

"Ada kesan panik karena melihat elektabilitas yang makin longsor," kata Andrianto saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (5/2).

Ketimbang mengeluarkan jurus menyerang, saran dia, sebaiknya Jokowi fokus menjual kesuksesan kinerjanya selama 4 tahun ini. Bukan malah mengejar target dengan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang 'blubder".


"Sebaiknya dengan kapasitas yang kurang memadai, janganlah kejar target semata," sesalnya.

Jokowi, kata dia, terkesan memaksakan kehendak dengan menggunakan berbagai cara. Contoh, dengan pembebasan Ustadz Abu Bakar Baasyir atas dasar kemanusiaan, yang kemudian malah diralat oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.

"Saya rasa ada problem terbesar di Presiden. Seperti kata Wiranto, seharusnya jangan grasa-grusu," katanya. [wis]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya