Berita

Tim Kaine dan Mike Pence/Net

Dunia

Belajar Dari Senyuman Dan Ketenangan Mike Pence

MINGGU, 06 JANUARI 2019 | 09:57 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Di Amerika, tak ada tingkah politisi yang ngalor ngidul semacam memberikan award kebohongan pada kubu lawan politik yang menjadi penantang petahana dalam ajang Pemilihan Presiden (Pilpres).

Di Amerika, tak ada penyelenggaraan Pilpres yang Komisi Pemilihan Umum-nya memyerahkan lebih awal pertanyaan debat kepada peserta.

Pertarungan debat di Negeri Paman Sam benar-benar menjadi ajang untuk merebut hati rakyat untuk mau memilih capres dan cawapres.


Salah satu bentuk kekalahan yang pernah dialami Kubu Hillary Clinton menjelang Pilpres 2016 adalah penampilan buruk Tim Kaine, cawapres Hillary Clinton saat debat.

Selasa 4 Oktober 2016, Tim Kaine melawan cawapres Mike Pence.

Moderator debat cawapres waktu itu adalah wartawati senior dari Stasiun Televisi CBS, Elaine Quijano.

Debat cawapres berlangsung di Universitas Longwood, yang terletak di Virginia.

Dari detik pertama debat, Tim Kaine menerapkan taktik menyerang secara menggebu-gebu dan nyolot menginterupsi apapun omongan Mike Pence.

Terus seperti itu hingga akhir debat.

Dan hasilnya, rakyat Amerika tidak menyukai gaya brutal Tim Kaine saat berdebat.

Berbeda dengan gaya Mike Pence yang tampil penuh senyum, tenang, dan menjawab semua pertanyaan secara cerdas.

Walau dibentak dan diinterupsi berkali-kali sepanjang debat, Mike Pence tetap tersenyum dan kalem.

Dan ternyata itulah yang membuat Mike Pence memenangkan semua polling mengenai debat cawapres malam itu.

Kegarangan dan sikap arogansi menyerang lawan politik, kadang justru menjadi bumerang.

Setidaknya itulah yang terjadi saat Amerika menyelenggarakan debat cawapres di tahun 2016.

Mayoritas rakyat Amerika justru tak bersimpati dengan gaya politik yang penuh sarkasme dan nyolot berlebihan dalam debat.[wid]

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

UPDATE

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.309 Triliun pada Kuartal IV-2025, Naik Rp69 Triliun

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:12

Perdamaian Masih Impian

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:06

Ini Penjelasan DPR Soal Kembalinya Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:54

Bahlil Dorong Kemandirian Energi Lewat Revitalisasi Sumur Tua

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:50

DPR Tegaskan Tak Ada Usulan Revisi UU KPK yang Diklaim Jokowi

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:43

Prabowo Yakinkan Pebisnis AS, RI Kompetitif dan Terbuka untuk Investasi

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:40

Meski Sahroni Kembali, Satu Kursi Pimpinan Komisi III DPR Masih Kosong

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:32

Kolaborasi Indonesia-Arab Saudi: Misi Besar Menyukseskan Haji 2026

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:27

Prabowo Saksikan Penandatanganan 11 MoU Rp649 Trilun di Forum Bisnis US-ABC

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:18

Paripurna DPR Setujui Kesimpulan Komisi III soal Pemilihan Hakim Konstitusi Adies Kadir

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:16

Selengkapnya