Berita

Dahlan Iskan

Tahun Baru Tanpa J

SELASA, 01 JANUARI 2019 | 05:13 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

PENGINNYA sih ini: malam tahun baru di Istanbul.

Tapi, saat nulis ini, saya masih di Izmir. Padahal ini sudah tanggal 31 Desember.

Bisa saja dipaksakan. Dengan naik pesawat. Tapi itu akan mengalahkan misi saya ke Turki.


Saya pilih terserah nasib. Saya tetap akan jalan darat: dari Izmir ke Istanbul. Bahwa malam tahun baru masih di Bursa juga bagian dari nasib.

Toh Bursa adalah ibukota lama kekaisaran Attaturk. Yang lokasinya di pertengahan.
Antara Izmir dan Istanbul.

Saya juga menerima nasib ini: tidak bisa bertemu 20-an mahasiswa kita di Konya. Di kotanya Maulana Jalaluddin Rumi itu. Padahal WA-nya bertubi-tubi.

Saya harus minta maaf berkali-kali. Lewat Bung Arief. Tokoh PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Konya. Yang lagi mengambil gelar doktornya. Di Universitas Selcuk Konya. Studi  hubungan internasional.

Tulisan 'Selcuk' itu mestinya begini: Selçuk. Agar membacanya selcuk. Tapi HP saya tidak punya huruf 'c' yang diberi buntut di lengkung bawahnya itu. Padahal kalau saya tulis Selcuk di Turki akan dibaja Seljuk. Turki tidak begitu punya huruf 'j'. Orang Surabaya akan sulit kalau tidak punya huruf 'j'.  

Selcuk adalah kekaisaran Turki  pada tahun 1000-an. Yang kekuasaannya sampai Parsi. Yang ibukotanya di Konya. Meski pernah juga beribukota di Isfaham. Yang sekarang kota terindah di Iran.

"Lokasi universitas kami sangat dekat dengan museum Rumi pak," ujar Arief. Putra seorang kolonel TNI.

Ia alumni Aliyah pondok pesantren Assalam Solo. Lalu kuliah di Universitas Indonesia.

Saya ingin sekali memenuhi permintaan itu. Tapi saya juga harus mengamati lebih dalam sistem perumahan perkotaan di Konya. Juga di kota lainnya. Yang begitu mengesankan saya. Terutama dalam mengubah kampung kumuh di tengah kota.

"Kami akan rame-rame  menyusul Pak Dahlan ke Istanbul. Kami lagi libur," ujar Arief.

Alhamdulillah.

Mereka tentu tidak bisa menyusul saya sebelum itu. Tiap hari saya pindah-pindah:  Afyon, Antalya, Ephasus, Izmir, Bursa. Kau kejar aku lari. Mirip judul film. Nyegat di Istanbul adalah yang terbaik.

Saya memang sejak dulu terkesan pada Turki. Sudah sangat lama. Inilah negara Islam yang secara ekonomi termasuk berhasil. Secara demokrasi juga ok. Meski lima tahun terakhir demokrasinya  terasa lebih mundur.

Turki adalah negara Asia yang sudah mengejar Eropa. Atau negara Eropa yang masih berasa Asia. Persis seperti letak negaranya: sebagian di benua Eropa sebagiannya lagi di Asia.

Saya akan menuliskan renungan itu minggu depan. Setelah menyelesaikan seluruh perjalanan Turki saya.

Memang kita bisa saja menyalahkan Turki. Tapi itu sudah kuno sekali. Harus kita lupakan.

Gara-gara Turki kuat, poros ekonomi Eropa-Asia terblokade. Turki yang berhasil meruntuhkan Roma menjadi terlalu kuat.

Eropa akhirnya mencari jalan lain: untuk bisa ke Asia. Tanpa harus lewat Turki.

Dibangunlah armada-armada laut. Meski harus memutar ke Tanjung Harapan. Akhirnya sampai Indonesia. Menjadi penjajah kita.

Saya tidak tahu apa yang terjadi. Seandainya Turki tidak memblokade jalur ekonomi Eropa-Asia itu.

Inilah negara Islam yang bersinggungan langsung dengan Kristen Eropa. Mirip Islam Indonesia. Yang juga jauh dari Mekah. Yang langsung bersinggungan dengan Hindu, Buda dan Konghucu.

Islam Turki juga sangat intens bersinggungan dengan Zoroaster. Dengan budaya tua Parsi.

Turki menarik untuk dibanding-bandingkan.
Saya toh sudah ke seluruh pedalaman Tiongkok, Amerika, Meksiko, Iran, Jepang, India dan banyak lagi.

Selamat tahun baru. [***]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya