Berita

Dahlan Iskan

Night Club Mengubah Tujuan

KAMIS, 20 DESEMBER 2018 | 07:02 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

SETELAH mendarat di Beirut lah saya baru bikin rencana: ke mana dulu.
Ke pusatnya Hisbullah? Yang dikategorikan organisasi teroris oleh Amerika Serikat itu?
Ke Sabra Shatila? Kamp pengungsi Palestina yang dihancurkan Israel itu? Yang  sudah lama saya baca buku kengeriannya itu? Karya dokter China yang jadi relawan Palestina itu?

Ke pusatnya Druz? Yang dianggap bukan Islam lagi itu?
Ke pusat bisnis Beirut? Yang didesain ulang itu? Dengan konsep public private  partnership itu? Yang kontroversial itu? Yang dulunya hancur akibat perang itu?

Ke pusat bisnis Beirut? Yang didesain ulang itu? Dengan konsep public private  partnership itu? Yang kontroversial itu? Yang dulunya hancur akibat perang itu?
Ke mesum Khalil Gibran? Yang puisinya sering saya baca itu? Yang letaknya 3 jam di utara Beirut itu?

Atau cari visa ke Syiria dulu? Siapa tahu bisa masuk ke Damaskus? Yang jaraknya hanya tiga jam bermobil dari Beirut?

Akhirnya saya pilih tidur dulu. Ngantuknya bukan main.

Saya tidak perlu cari taksi. Sopir taksi yang mencari saya. Di kedatangan bandara Beirut. Yang melihat saya kelihatan bingung mau ke mana.

"Ke mana?," tanya sopir. Dalam bahasa Arab.

"Funduq," jawab saya.

"Hotel apa?" tanyanya lagi.

"Hotel apa saja. Saya ngantuk sekali. Mau cepat tidur."

"Yang bintang berapa?"

"Berapa saja. Bintang tiga boleh. Empat boleh. Jangan bintang lima."

Itu jam lima pagi.

Masih gelap.

Sepi.

Dingin sejuk. 15 derajat.

Sepanjang penerbangan dari Qatar tadi saya tidak tidur. Empat jam setengah. Ngantuk-ngantuknya. Mestinya. Meski business class kursinya tidak bisa dibuat flat.

Tapi saya tidak ngantuk.

Banyak bacaan yang saya bawa: koran-koran Qatar. Juga New York Times. Dan Financial Times.

Juga karena tadi saya sempat tidur. Di bandara Qatar. Yang lounge first class-nya istimewa. Saya dapat rejeki. Tiket saya business class tapi dimasukkan lounge first class. Diberi kamar. Seperti hotel bintang lima. Dengan kamar mandi yang lux sekali.
Bisa tidur sebentar. Dan mandi. Dan makan. Dan lihat-lihat lobbynya yang semua kursinya sofa. Atau model bar.

Pukul 1 malam boarding. Pakai bus first class. Lihat fotonya.

Di situlah saya berkenalan:  dengan orang yang sudah sering ke Beirut. Tenang. Berarti Beirut aman.

Ia orang Oman. Bahkan kelahiran Lebanon. Eksekutif perusahaan telekomunikasi Qatar: Oredoo. Yang kini menjadi pemilik Indosat.

Ia tahu Indosat. Ia tahu Indonesia.

Ngobrol pun asyik. Bahkan ia beri saya nomor HP-nya. "Kalau ada kesulitan hubungi saya, " katanya.

Saya langsung punya kesulitan. Saya langsung minta tolong ia: minta difotokan di bus first class itu. Untuk pembaca disway.

"Datanglah ke Oman lagi," pintasnya. Setelah saya mengaku pernah ke Oman. 40 tahun lalu.

"Semuanya sudah beda," katanya.

"Hotel Intercontinental itu  masih ada?" tanya saya.

"Masih. Tapi sudah lebih baru."

Tentu masih ada yang tetap  sama di Oman: Sultan Qabus. Pemimpin negara itu. Yang saat saya ke sana masih sangat muda.

Oleh sopir taksi ternyata saya dipilihkan hotel dekat pantai. Bintang empat. Tapi menurut penilaian saya itu bintang dua. Kalau dibandingkan dengan perbintangan hotel di Indonesia. Hanya harganya yang benar-benar bintang empat.

Tiba di hotel itu ternyata saya tidak jadi mengantuk. Begitu masuk lobbynya yang sempit  terdengar suara musik yang keras. Kelihatannya dari ruang bawah tanah. Di bawah loby itu.

"Suara apa itu?" tanya saya.

"Night club," jawab petugas hotel.

"Masih buka? Ini kan sudah jam 6 pagi?" tanya saya.

"Baru tutup nanti pukul 7," jawabnya.

Hah?

Luar biasa Beirut ini. Night clubnya bukan sepanjang malam. Bahkan sampai jam 7 pagi.

Saya pun ingin melihatnya. Seperti apa night clubnya. "Jangan pada jam segini," kata petugas itu. "Terlalu banyak orang mabuk," tambahnya.

Saya tidak takut orang mabuk. Saya menuju pintu ke arah basement itu. Saya buka pintunya. Belum kelihatan apa-apa. Hanya tangga menurun. Tapi gumpalan asap rokok langsung menerpa wajah saya. Dengan kuatnya. Dengan aroma menyengatnya.

Saya tertegun. Saya urungkan niat menuruni tangga itu. Saya ingat bahayanya asap rokok. Khususnya bagi saya. Yang masih harus minum obat setiap hari.

Tapi saya tidak mungkin bisa tidur. Oleh bunyi bas dan drum yang begitu berdegub. Saya longok jalan raya. Saya lihat pantai di kejauhan. Kok ada ramai-ramai di pantai itu.
Saya ke sana.

Oh ada maraton. Finishnya akan di situ. Semua pakai kostum Santa Claus. Termasuk para wanita yang berjilbab itu. Rupanya ini dalam rangka hari Natal 2019.
Itulah pertama kali saya ke pantai Beirut.

Ternyata tujuan pertama saya pantai. Bukan Hisbullah. Bukan Sabra Shatila. Bukan Khalil Gibran.

Gara-gara night club buka sampai pukul 7 pagi.[***]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya