Berita

Dunia

Menyoroti Pemecatan Tangan Kanan Putra Mahkota Saudi

SELASA, 23 OKTOBER 2018 | 08:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang pembantu utama Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman (MbS), yakni Saud al-Qahtani adalah salah satu orang yang dipecat dari posisinya di tengah skandal pembunuhan wartawan senior Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul.

Akhir pekan kemarin, media pemerintah Saudi mengatakan bahwa Raja Salman telah memecat Qahtani dan empat pejabat lainnya atas pembunuhan yang dilakukan oleh 15 orang itu.

Namun kedekatan Qahtani dengan MbS selama setidaknya tiga tahun terakhir, mau tidak mau, memicu munculnya pertanyaan mengenai siapa dalang pembunuhan. Hal itu juga memicu pertanyaan soal apakah ada dan sejauh mana keterlibatan MbS datas kasus tersebut.


"Episode ini tidak akan menggulingkan MbS, tetapi telah mencapai citranya yang akan membutuhkan waktu lama untuk diperbaiki jika hal itu pernah terjadi. Raja melindungi dia," kata salah seorang sumber yang memiliki hubungan dengan istana, seperi dimuat Reuters awal pekan ini.

Qahtani sendiri pernah berkata bahwa dia tidak akan pernah melakukan apapun tanpa persetujuan atasannya, yang tidak lain adalah MbS dan Raja Salman.

"Apakah kamu pikir saya membuat keputusan tanpa bimbingan? Saya seorang karyawan dan seorang pelaksana setia dari perintah tuanku raja dan tuanku putra mahkota yang setia," begitu pernah ditulis Qahtani di akun Twitternya musim panas lalu.

Qahtani sendiri, seperti dimuat Reuters, dipercaya sebagai orang yang mengelola media sosial untuk putra mahkota Saudi. Dia juga mendalangi penangkapan ratusan elit di negaranya. Dia menahan seorang perdana menteri Libanon. Dan, menurut dua sumber intelijen, dia menjalankan pembunuhan brutal jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul dengan memberi perintah melalui Skype.

Qahtani sendiri tidak memberikan pernyataan atau komentar mengenai situasi yang seedang terjadi saat ini. Biografinya di Twitter berubah dalam beberapa hari terakhir dari semula penasehat kerajaan menjadi ketua Federasi Saudi untuk Cybersecurity, Programming, dan Drones. Ini adalah jabatan yang pernah dia pegang sebelumnya.

Sementara itu sumber Reuters lainnya akhir pekan kemarin mengatakan bahwa MbS tidak mengetahui soal operasi yang menyebabkan kematian Khashoggi dan tidak memerintahkan penculikan atau pembunuhan siapa pun. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya