Berita

Bisnis

Seperti Yang Diduga, Pertemuan IMF-Bank Dunia Hasilkan Rencana Kejahatan Baru

SENIN, 15 OKTOBER 2018 | 11:46 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Gerakan Rakyat Menentang (GRM) IMF dan Bank Dunia berdemonstrasi di kawasan Nusa Dua, Bali sebagai bentuk sikap politik terhadap hasil pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali.

Menjelang penutupan, pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bali disebut hanya menghasilkan rencana baru kejahatan mereka dengan menggelontorkan utang baru bagi pemerintah.

"Utang tersebut adalah investasi asing untuk mempercepat perampokan terhadap kekayaan alam dan membuat kemiskinan semakin memburuk," ujar Koordinator GRM IMF-WB, M. Ali dalam keterangan resmi, Senin (15/10).


Ali menuturkan, pemerintahan Presiden Joko Widodo justru memberi tempat bagi IMF dan Bank Dunia untuk merampok dan memiskinkan rakyat sebagai hasil baru yang disepakati dalam pertemuan tahunannya tersebut. Dengan kata lain, pemerintah kian menunjukkan secara terbuka sebagai kekuasaan yang anti-demokrasi dan menebar teror terhadap rakyatnya dengan menindas rakyat yang menentang perampokan IMF dan Bank Dunia.

Buktinya adalah dengan melarang kegiatan Gerakan Rakyat Menentang (GRM) IMF-Bank Dunia yang tergabung dalam People's Global Conference (PGC) Against IMF-World Bank. Juga dengan menindas rakyat Bali lewat larangan dan aturan yang membuat rakyat Bali kehilangan pendapatannya dan hak demokratisnya selama acara IMF dan Bank Dunia berlangsung.  

Seluruh kegiatan GRM dan PGC, kata Ali, merupakan pertemuan yang sah dan damai untuk membongkar kejahatan IMF-Bank Dunia terhadap miliaran rakyat seluruh dunia, khususnya rakyat Indonesia dan Bali. Terlebih itu sangat memengaruhi kehidupan miliaran masyarakat di seluruh dunia.

"Pertemuan ini diselenggarakan untuk menawarkan dunia alternatif yang bebas dari intervensi dan dominasi imperialisme. PGC sama sekali bukanlah ancaman bagi keamanan Indonesia, terutama masyarakat Bali. Tetapi tentu saja PGC adalah ancaman terhadap kebohongan IMF-Bank Dunia," demikian Ali.

Selama 8 sampai 11 Oktober lalu telah menunjukkan bukti rencana Bank Dunia akan merampok rakyat melalui utang barunya melalui 21 proyek kerjasama senilai Rp 200 triliun bagi proyek infrastruktur untuk jalan tol dan pariwisata. Di Pulau Bali yang subur dan indah ini juga dieksploitasi oleh Bank Dunia.

Pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali banyak mendapat kecaman karena dinilai sama sekali tidak bermanfaat dan juga dinilai sebagai pemborosan di tengah bencana yang bertubi-tubi menghantam nusantara.

Namun, pemerintah berkeras menggelar pertemuan tahunan kedua lembaga itu. Dan untuk itu negara menggelontorkan dana lebih dari Rp 800 miliar untuk menggelar pertemuan. Seperti yang diduga, hasil akhir dari pertemuan itu adalah pemberian utang baru bagi pemerintah Indonesia senilai Rp 200 triliun untuk mendanai berbagai proyek yang antara lain infrastruktur dan pariwisata. [rus]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya