Berita

F-35/BBC

Dunia

AS Daratkan Seluruh Armada Jet Tempur F-35

JUMAT, 12 OKTOBER 2018 | 06:30 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Militer Amerika Serikat resmi mendaratkan seluruh armada jet tempur F-35 pasca kecelakaan di Carolina Selatan bulan lalu.

Pendaratan seluruh armada dilakukan untuk diinspeksi di bagian tabung bahan bakar yang diduga mengalami masalah.

Dalam sebuah pernyataan, Kantor Program Bersama F-35 mengatakan, Amerika Serikat dan mitra internasionalnya telah menangguhkan operasi penerbangan, sementara inspeksi armada tabung bahan bakar dilakukan.


"Jika tersangka tabung bahan bakar dipasang, bagian itu akan dihapus dan diganti. Jika tabung bahan bakar yang baik diketahui sudah terpasang, maka pesawat itu akan dikembalikan ke status penerbangan," begitu bunyi pernyataan itu.

"Pemeriksaan diharapkan akan selesai dalam 24 hingga 48 jam ke depan," sambung pernyataan yang sama,

Untuk diketahui, F-35 adalah program senjata terbesar dan termahal dari jenisnya di dunia. Program ini diperkirakan akan berlangsung beberapa dekade dan penjualan global diproyeksikan menjadi 3.000.

Kantor akuntabilitas pemerintah Amerika Serikat memperkirakan semua biaya yang terkait dengan proyek akan berjumlah satu triliun dolar.

Dikabarkan BBC, pesawat yang menggunakan teknologi siluman untuk mengurangi visibilitasnya ke radar tersebut hadir dalam tiga varian.

Sementara itu kecelakaan di South Carolina baru-baru ini melibatkan F-35B, yang mampu mendarat secara vertikal dan biaya sekitar 100 juta dolar AS. Pilot dalam insiden itu terlontar dengan selamat tetapi pesawat hancur. [mel]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya