Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Mata-matai Bisnis Penerbangan AS, Pria China Diekstradisi Dari Belgia

KAMIS, 11 OKTOBER 2018 | 06:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan tuduhan spionase ekonomi terhadap seorang yang diduga adalah perwira intelijen China.

Dia adalah Yanjun Xu. Dia diduga mencoba mencuri rahasia dagang dari perusahaan penerbangan dan kedirgantaraan Amerika Serikat atas nama China.

Yanjun ditangkap di Belgia awal tahun ini dan awal pekan ini diekstradisi ke Amerika Serikat.


"Kami tidak bisa mentoleransi bangsa yang mencuri senjata kami dan buah dari kekuatan otak kami," kata Asisten Jaksa Agung untuk Keamanan Nasional John Demers seperti dimuat BBC.

Dia menambahkan bahwa Yanjun adalah seorang perwira senior dengan Kementerian Keamanan China yang bertanggung jawab atas kontra-intelijen, intelijen asing dan keamanan politik.

Dia ditahan di Belgia pada 1 April atas permintaan Amerika Serikat. Dia kemudian didakwa oleh hakim agung Ohio atas empat tuduhan berkonspirasi untuk melakukan spionase ekonomi dan mencoba mencuri rahasia dagang. [mel]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya