Berita

Dunia

42 Kasus Baru Keracunan Laksa Di Malaysia Muncul

RABU, 10 OKTOBER 2018 | 14:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebanyak 42 kasus baru keracunan makanan di Malaysia dilaporkan terjadi karena konsumsi laksa yang terkontaminasi di sebuah restoran pekan kemarin.

Menurut keterangan Kementerian Kesehatan Malaysia (Selasa, 9/10), ada dua orang meninggal dunia pekan kemarin setelah makan laksa dari sebuah kios di Kupang, sebuah kota di negara bagian Kedah.

Direktur jenderal kesehatan, Dr Noor Hisham Abdullah, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kasus keracunan makanan terbaru telah menelan korban hingga 61 orang.


"Kasus-kasus baru tercatat di Kedah (14 kasus), Perak (7 kasus) dan Selangor (21 kasus), di mana semua dilaporkan mengalami gejala yang sama. Temuan menunjukkan bahwa pasien simptomatik telah mengkonsumsi laksa yang dijual di tempat di Kupang," jelasnya seperti dimuat Channel News Asia.

Sebanyak 21 orang telah dinyatakan pulih, sementara 38 lainnya menerima perawatan rawat jalan.

Departemen Kesehatan Kedah melakukan pemeriksaan rinci tentang tempat yang menjual laksa.

Dia mengatakan bahwa pihak kementerian masih menunggu hasil sampel makanan untuk dikirim ke laboratorium. [mel]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya