Berita

Ilustrasi/CNA

Dunia

China Luncurkan Kampanye Anti-Halal Di Xinjiang

RABU, 10 OKTOBER 2018 | 14:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Xinjiang China meluncuran kampanye non-halal baru-baru ini.

Dalam pertemuan para pemimpin Partai Komunis Urumqi awal pekan ini, pejabat daerah tersebut sepakat untuk melawan "pan-halalisasi". Hal itu diumumkan melalui pemberitahuan yang diajukan di akun resmi WeChat di kota tersebut.

Xinjiang diketahui merupakan rumah bagi sebagian besar minoritas Uighur Muslim. Kampanye non halal yang diluncurkan tersebut dilakukan untuk menghentikan ekstrimisme Islam di wilayah tersebut.


Menurut pos WeChat, pegawai pemerintah seharusnya tidak memiliki masalah diet dan kantin serta restoran akan diubah agar bisa menampung semua jenis makanan, termasuk makanan non-halal.

Dikabarkan Channel News Asia, para pemimpin Partai Komunis Urumqi juga mengatakan mereka akan membutuhkan pejabat pemerintah dan anggota partai untuk secara tegas percaya pada Marxisme-Leninisme, dan bukan agama serta untuk berbicara bahasa Mandarin standar di depan umum. [mel]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya