Berita

Palu pasca gempa/Net

Global

Malaysia Dan Airbus Foundation Kerjasama Bantu Korban Gempa Sulteng

RABU, 10 OKTOBER 2018 | 09:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Malaysia bekerjasama dengan Airbus Foundation mendukung upaya bantuan bencana di Palu dan daerah sekitarnya di Sulawesi Tengah.

Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM), dan Airbus Foundation bahu-membahu mendukung upaya kemanusiaan di Palu, Indonesia melalui pengoperasian pesawat A400M milik TUDM dan distribusi bantuan darurat.

Sejak ketibaannya di Halim pada 4 Oktober 2018, TUDM telah menerbangkan bahan bantuan menggunakan A400M bagi para korban yang terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu.


Bahan bantuan yang diterbangkan meliputi mobil tangki BBM milik Pertamina dan ekskavator dari PT Pindad. TUDM juga membantu mengantarkan makanan, minuman, pakaian, serta obat-obatan yang dikumpulkan oleh Kementerian BUMN Indonesia menggunakan A400M tersebut. Bantuan ini kemudian akan didistribusikan melalui jaringan CSR Kementerian yang aktif mendukung upaya tersebut.

Bukan hanya itu, Airbus Foundation juga membantu transportasi dan distribusi barang bantuan menggunakan helikopter, serta telah membantu Palang Merah Internasional (IFRC) dengan menyediakan 45 jam terbang menggunakan helikopter H125.

Airbus Foundation juga membantu Dokter Lintas Batas (MSF) untuk mengontrak operator helikopter H155, yang akan membantu upaya bantuan selama beberapa minggu mendatang. Selain itu, citra satelit Airbus juga digunakan dalam upaya tanggap darurat menyusul aktifnya International Charter for Space.

“Kita semua telah menyaksikan kerusakan yang memilukan akibat gempa bumi dan tsunami di Palu. Doa kami menyertai para korban dan keluarga yang telah mengalami kehilangan tak terbayangkan ini,” ujar Executive Director Airbus Foundation Andrea Debbane dalam keterangan yang diterima redaksi.

"Setidaknya inilah yang dapat kami lakukan bersama para rekan kami, yang telah memberikan bantuan logistik yang amat dibutuhkan dalam kondisi darurat ini." tambahnya. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya