Berita

Dahlan Iskan/Net

Dahlan Iskan

Bisa Jadi Sandwich Lima Negara

SABTU, 06 OKTOBER 2018 | 06:10 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

ADA gempa lain. Di laut dan udara. Di kawasan yang jadi pusat sengketa. Antar banyak negara: Laut China Selatan.

Kapal perang Amerika sengaja mendekati kawasan itu. Kapal perang Tiongkok menghadangnya. Agar kapal Amerika itu tidak masuk kawasan yang diklaim wilayah Tiongkok.

Hampir saja senggolan. Saling manuver. Tinggal 41 meter jaraknya. Begitu nyaris. Untuk jarak antarkapal perang.


Amerika langsung berkoar: Kapal perang Tiongkok telah melakukan manuver dengan gerakan yang tidak aman. Tidak profesional.

Tiongkok langsung merespons. Mengecam Amerika. Melakukan tindakan provokasi. Memancing di air keruh.

Untung insiden itu terhindar. Kalau saja dua kapal perang itu bersenggolan tidak tahu lagi apa yang terjadi. Padahal bisa saja senggolan itu karena gelombang yang lagi besar.

Minggu ini isu utama pindah. Dari perang dagang ke perang sungguhan.

Wakil Presiden Amerika, Make Pence, bikin pernyataan. Insiden 41 meter itu justru tidak membuat Amerika surut. Justru akan mengerahkan lebih banyak kapal perang. Ke wilayah itu. Lengkap dengan kapal induknya. Yang membawa pesawat-pesawat tempurnya.

Kapan dilakukan? Dalam waktu dekat. Para pengamat memperkirakan akhir bulan ini. Sebelum pemilu sela di Amerika bulan depan.

Dengan aksi militer seperti itu rakyat Amerika senang. Mampu menunjukkan kejagoannya. Kesenangan itu diharapkan bisa membawa berkah: menang pemilu sela.

Presiden Donald Trump begitu mendambakan kemenangan itu. Agar DPR-nya tetap dikuasai Partai Republik.

Hasil survey di Amerika mengkhawatirkan Trump. DPR bisa-bisa direbut kembali oleh Demokrat. Kalau sampai itu terjadi bahaya: Trump bisa di-‘impeach’.

Apalagi baru saja ada gempa politik lagi di sana. Harian New York Times menulis: Wakil Jaksa Agunglah yang dulu menginginkan agar Trump dikenakan pasal konstitusi: sebagai tidak layak lagi menjabat presiden.

Gempa susulan muncul: ketudak mulusan usul Trump ke DPR. Yakni usul untuk mengangkat  Brett Kavanaugh menjadi hakim agung.

Seorang wanita mengaku pernah hampir diperkosa Brett Kavanaugh saat di SMA.

Wanita itu sekarang sudah profesor: Christine Blasey Ford. Bidang psikologi. Ilmu itu sendiri didalami dengan motif khusus. Akibat dia sendiri mengalami trauma. Akibat percobaan pemerkosaan itu. Terutama selalu terngiang di telinganya: nada tawa-tawa kemenangangan saat berhasil merebahkan badannya.

Sang profesor memberikan keterangan terbuka. Di depan sidang kongres.

Brett Kavanaugh menolak  semua tuduhan itu.
Tapi pengangkatannya sebagai hakim agung tertunda. Menunggu hasil penyelidikan FBI -- badan intelijen negara.

Trump begitu jengkelnya. Kasus seperti itu bisa mengganjal. Bahkan sudah begitu lamanya. Saat Brett Kavanaugh masih remaja.

''Seandainya yang saya usulkan ini George Washington pun Partai Demokrat juga tidak akan setuju,'' ujar Trump. Begitu jengkelnya.

Presiden pertama Amerika itu, Bapak Bangsa itu, memang dikenal dalam sejarah: punya masalah cinta. Dengan begitu mendalamnya. Dengan wanita bersuami.

Bapak Bangsa lainnya, Thomas Jefferson lebih lagi. Simpanannya adalah wanita kulit hitam. Memberinya anak pula: Sarah ''Sally'' Hamings.

Sejarah presiden-presiden Amerika menuliskan semua sisinya. Keheroannya sebagai pahlwan. Kecerdasannya sebagai pemikir. Kebijaksanaanya sebagai bapak banga. Dan kelemahannya sebagai manusia. Terutama sebagai laki-laki yang memerlukan wanita.

Presiden Andrew Jackson, misalnya, sampai duel adu tembak. Untuk cintanya pada seorang wanita. Yang sudah punya suami.

Arena adu tembak sudah ditentukan. Berikut hari dan jamnya.

Di hari itu keduanya ambil posisi berhadapan. Pada jarak tembak yang ditentukan. Saling menyandang pistol.

Andrew Jackson angkat suara. Sang suami diminta menembak dirinya lebih dulu. Meleset. Baru giliran ia yang menembak.

Sejarah masa lalu.

Kini tidak ada wanita di Laut China Selatan. Tapi adu tembak bisa terjadi. Antar dua kekuatan terbesar di dunia.

Filipina, Vietnam, Brunai, Taiwan bisa jadi sandwich di sekitarnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya