Berita

Krisis Air Bersih Jepara/RMOLJateng

Nusantara

Sumur Warga Mengering, Krisis Air Bersih Di Jepara Meluas

RABU, 29 AGUSTUS 2018 | 17:55 WIB | LAPORAN:

Krisis air bersih di Kabupaten Jepara terus meluas seiring musim kemarau tahun ini. Pemkab Jepara menggelontorkan bantuan air bersih untuk sekitar 1000 kepala keluarga (KK) yang terdampak persoalan ini.

Akhir Juli lalu, ada dua desa yang terpantau warganya mengalami krisis air bersih. Namun akhir Agustus ini, sudah ada lima desa di empat kecamatan yang mengajukan bantuan droping air bersih. Yakni Desa Raguklampitan Kecamatan Batealit, Desa Blimbingrejo Kecamatan Nalumsari, Desa Kunir dan Desa Gelang Kecamatan Keling serta Desa Clering Kecamatan Donorojo.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, selama sebulan terakhir pihaknya sudah menggelontorkan 262.000 liter air untuk warga yang mengalami krisis air bersih. Ratusan ribu liter air bersih itu diangkut dengan mobil tangki. Tiap tangki berisi 5000 liter air bersih.


"Kita sudah dan terus bergerak mengatasi persoalan ini. Hari ini kita kirimkan 5000 liter air bersih untuk warga Desa Clering," kata Arwin diberitakan Kantor Berita RMOLJateng, Rabu (29/8).

Dia menjelaskan, krisis air bersih ini mayoritas terjadi karena sumur di rumah warga mengering, imbas lama tak diguyur hujan. Sumur memang menjadi andalan penyedia air bersih di rumah warga.

Arwin menambahkan, total jumlah jiwa yang terdampak krisis air bersih ini sekitar 3000 orang. Mereka tersebar di lima desa empat kecamatan di Kota Ukir tersebut.

"Selain kita laporkan kepada Bupati Jepara, persoalan tersebut juga ditembuskan ke Kalakhar BPBD Provinsi Jateng," jelasnya.

Sementara itu, anggota DPR RI asal Jepara, Abdul Wachid mengatakan pihaknya siap menggelontorkan bantuan air bersih ke desa-desa yang warganya mengalami persoalan tersebut.

Dalam sehari pihaknya menyiapkan 21 ribu liter air bersih yang diangkut dalam tiga kali pengiriman.

"Silahkan hubungi tim kami di Rumah Joglo Margoyoso Kalinyamatan Jepara. Yang paling membutuhkan akan kami prioritaskan," ujar politisi Partai Gerindra ini. [fiq]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya