Berita

Panglima TNI/Puspen TNI

Nusantara

Perlu Alat Berat Tambahan Bersihkan Puing Akibat Gempa Lombok

JUMAT, 24 AGUSTUS 2018 | 04:01 WIB | LAPORAN:

Kendala utama dalam pembersihan puing-puing reruntuhan akibat gempa bumi Lombok adalah kurangnya alat berat.

Untuk mengatasinya TNI, Polri dan Kementerian PUPR serta instansi lain akan bekerja sama menambah peralatan tersebut sehingga rencana pembersihan puing-puing bisa sampai ke desa-desa.

"Dalam hal ini TNI, Polri dan Kementerian PUPR serta instansi lain bekerja sama akan segera mengirimkan alat berat ke Lombok," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjant di ruang VIP Bandara Internasional Lombok, Kamis (23/8).
 

 
Panglima TNI menambahkan, pembersihan puing reruntuhan yang berada di pinggir jalan raya, pasar, rumah sakit, tempat ibadah ditargetkan selama satu bulan.

"Kendala utama di lapangan adalah kurangnya alat berat, apabila alat berat itu ditambah maka target waktu 1 bulan itu bisa diselesaikan dengan baik. Namun jika alat beratnya ini kurang maka pekerjaan akan dilaksanakan dalam dua bulan," jelasnya.

Di samping itu, Panglima TNI menyanpaikan, Satgas PDB sudah memiliki satu pola kerja yang baik dalam hal pendistribusian bantuan, baik berupa makanan maupun kebutuhan-kebutuhan lainnya.

"Pendistribusian bantuan ke remote area dilakukan dengan menggunakan pesawat ataupun heli, ke tempat-tempat infrastruktur yang masih bagus dikirim dengan menggunakan truk dan jikalau jalannya kecil maka bantuan dikirimkan dengan menggunakan sepeda motor," paparnya.

Dia menerangkan, masyarakat yang terkena reruntuhan bangunan banyak korban patah tulang sehingga diperlukannya banyak kursi roda dan tongkat.

"Jumlah korban tersebut sudah kami catat mudah-mudahan dalam waktu secepat mungkin akan datang kursi roda maupun tongkat," demikian Panglima TNI. [fiq]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya