Berita

Anwar Ibrahim/Net

Dahlan Iskan

Anwar Tunggal Ibrahim

SENIN, 06 AGUSTUS 2018 | 05:00 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

PENDAFTARAN calon presiden ditutup kemarin sore: Presiden Partai Keadilan Rakyat, PKR. Pendaftarnya hanya satu: Dr Anwar Ibrahim.

Persoalan ringan muncul: apakah berarti sejak kemarin Anwar sudah resmi jadi presiden PKR. Atau tetap nunggu.

Sampai tanggal pemilu partai yang sudah ditetapkan: selama sembilan minggu mulai September nanti. Untuk dipilih oleh 900 ribu anggota partai.


Mulai kapan pun sebenarnya juga tidak ada kerumitan. Toh presidennya yang sekarang istri Anwar sendiri: Wan Azizah. Sang istri pula yang minta Anwar maju ke pencalonan.

Bahkan sang istri tahu: kepresidenannya waktu itu  hanya karena suaminya lagi di penjara. Tetap suaminya pula presiden yang sebenarnya.

Anwar sendiri tidak datang ke tempat pendaftaran. Diwakili tokoh PKR Sim Tze Tzin. Tapi Anwar sudah pulang ke Malaysia. Setelah tiga minggu tinggal di Turki. Untuk menjalani operasi saraf di punggungnya.

Anwar juga sudah tampak melayat. Di rumah anggota DPR yang meninggal dunia: Eddie Ng Tien Chee. Diteruskan dengan kampanye. Untuk mendukung calon penggantinya. Memang tangan kanan Anwar masih digendong. Diikat dengan penggendong di bahunya. Tapi Anwar tampak segar.

Operasinya sangat sukses. Dulu banyak yang mengira ini: Anwar langsung jadi perdana menteri. Saat Pakatan Harapan memenangkan Pemilu 9 Mei lalu. Tapi seorang perdana menteri harus anggota DPR. Anwar tidak. Saat Pemilu itu Anwar masih di dalam penjara. Isterinyalah yang jadi anggota DPR. Dan putrinya.

Anwar sendiri kelihatan tidak kesusu. Bisa saja istrinya mundur dari anggota DPR. Lalu diadakan Pemilu susulan. Khusus untuk dapil istrinya itu. Yang dulu juga dapilnya Anwar.

Dipastikan Anwar akan menang mudah. Lalu jadi perdana menteri. Menggantikan Mahathir Muhamad. Yang sudah 93 tahun. Kalau Mahathir mau.

Tapi Anwar yang justru tidak mau. Biar pun orang mengira Anwar masih sangat dendam pada Mahathir. Yang dulu memecatnya. Dari jabatan Wakil Perdana Menteri. Dan memenjarakannya. Dengan tuduhan sodomi.

Kenyataannya Anwar sangat mendukung Mahathir. Setiap ada yang mengkritik Mahathir Anwar selalu membela. Demikian juga saat diajukan padanya petanyaan ini: apakah akan memberi waktu Mahathir dua tahun? Anwar menjawab tegas: tidak ada frame waktu seperti itu.

''Begitu ada frame waktu dua tahun kepemimpinan pak Mahathir tidak akan effektif,'' kata Anwar.

Maka, katanya, jangan ada pikiran kapan pergantian itu. ''Beri beliau kepercayaan untuk bekerja,'' tambahnya.

Anwar sangat matang. Memimpin di era sekarang sungguh tidak nyaman. Ini era reformasi yang sangat labil. Persis posisi yang dipegang Pak Habibie. Biar pun berhasil membuat rupiah jadi Rp8 ribu dianggap gagal. Biarpun menjadi pelopor kebebasan pers tetap dihujat.

Anwar kayaknya akan tampil justru saat semua kerikil tajam diratakan oleh Mahathir. Mahathir beda dengan nasib Habibie. Pernah memimpin Malaysia begitu lama. Dengan suksesnya. Sedang pak Habibie dalam posisi menerima 'hadiah' kepresidenan itu. Dari pak Harto.

Pemimpin memang punya waktunya sendiri. Juga sejarahnya sendiri. Baik maupun buruk. [***]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya