Berita

Foto/Net

Nusantara

Mahfud MD Ingatkan Pentingnya Menjaga Keberagaman Dan Toleransi

SABTU, 04 AGUSTUS 2018 | 23:06 WIB | LAPORAN:

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD didaulat menjadi pembicara utama dalam seminar kebangsaan yang digelar di Pendopo Parasamya, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (4/8).

Anggota Dewan Pengarah Badan Ideologi Pembinaan Pancasila (BPIP) itu mengajak masyarakat untuk menjaga keberagaman dan toleransi. Menurut Mahfud, Indonesia merupakan negara yang beruntung karena menjadi besar dengan berbagai suku, ras, kultur dan agama yang beragam.

"Indonesia itu laboratorium pluralisme dunia karena semua perbedaan ada di sini. Kultur banyak, agama banyak, ras banyak, ada Jawa Melayu, Cina, Arab bahkan Eropa juga ada. Semua bisa bersatu," paparnya.


Mahfud mengatakan, Indonesia sebagai negara besar yang beragam memiliki 17.504 pulau dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa. Dengan jumlah suku bangsa 1.360 dan lebih dari 700 bahasa lokal, Indonesia tetap kuat dan sampai hari ini tetap bersatu.

"Mengapa kita tetap bersatu. Karena kita sepakat memilih satu dasar ideologi yang menyatukan kita semua yakni Pancasila," tuturnya.

Pancasila menjadi ideologi bangsa melalui proses perumusan dan musyawarah yang panjang. Mahfud bercerita, ketika pembuatan dasar negara, ada yang menginginkan Indonesia menjadi negara agamis, republik bahkan federal. Tetapi Soekarno kala itu kemudian mencetuskan satu dasar untuk Indonesia, bukan menjadi negara agama tetapi negara kebangsaan.

"Kita memiliki semangat dan tujuan bersama. Bung Karno saat itu mencetuskan Indonesia bukan menjadi negara agamis tetapi negara dibuat menjadi alat pelindung yang melindungi segenap penganut agama," terangnya.

Mahfud menambahkan bahwa negara tidak memberlakukan hukum yang dibuat atas dasar agama tertentu. Tetapi, hukum dibuat untuk melindungi semua warganya dalam beribadah sesuai keyakinan masing-masing. Hukum negara dibangun secara berembug, kesepakatan bersama yang melindungi segenap agama.

"Setiap agama dilindungi oleh negara. Itu jadi dasar kebangsaan kita menuju Indonesia yang damai dan sejahtera," imbuhnya. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya