Berita

Foto: RMOL

Nusantara

Balaikota Dikepung, BEM Se-DKI Pertanyakan Evaluasi Kinerja Anies-Sandi

KAMIS, 02 AGUSTUS 2018 | 15:40 WIB | LAPORAN:

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-DKI Jakarta menggeruduk Balaikota, tempat Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berkantor, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis siang (2/8).

Mereka menggelar aksi evaluasi 10 bulan kinerja Anies-Sandi sebagai gubernur dan wakil gubernur Jakarta.

Dari atas mobil komando, para demonstran berorasi menuntut Anies-Sandi mundur.


"Gubernur Anies tidak adil karena telah mencopot empat walikota Jakarta secara tiba-tiba. Dan ini menyalahi aturan," lantas seorang orator.

Demonstran juga menyoroti adanya pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), di antaranya, anggaran untuk kolam ikan Balai Kota dan ditambahnya 73 ahli di Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) sehingga anggarannya melonjak tinggi.

"Juga dalam hal penjualan saham BUMD, yakni PT Delta, itu sangat merugikan. Urusan penjualan rumah dengan DP nol persen yang belum terealisasi hingga saat ini. Itu malah terindikasi sebagai pembohongan publik," tutur Septino.

Mahasiswa menilai, Anies-Sandi telah bersikap inkonsisten dalam merealiasikan janji-janji kampanyenya. Bahkan, setiap hari, keluhan demi keluhan warga DKI Jakarta sudah kian tak tertahankan.

"Tidak ada prestasi, malah kian terpuruk," ujarnya.

Usai menggeruduk Balaikota, massa BEM Se-DKI Jakarta juga bergeser ke Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri). Di sini, mereka menyuarakan agar Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) segera memproses laporan atas tindakan Anies-Sandi, yang menyalahi aturan dalam melakukan pemberhentian Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kami juga meminta kepada DPRD DKI Jakarta untuk segera melakukan dan mewujudkan hak interpelasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta," ujar Septino.

Aksi di depan Balaikota berlangsung selama satu jam lebih. [wid]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya