Berita

Foto: Net

Nusantara

WNI Ini Rogoh Rp 90 Juta Urus Perpanjangan Visa Syakhshiah Untuk Naik Haji

RABU, 01 AGUSTUS 2018 | 10:55 WIB | LAPORAN:

Salah seorang dari 116 WNI yang ditangkap pihak keamanan Arab Saudi mengaku visa kunjungan pribadi (ziarah syakhshiah)-nya diurus oleh anaknya.

"Dia mengaku, visanya diurus oleh anaknya dengan merogoh kocek hingga 90 juta rupiah, dengan harapan visa bisa diperpanjang hingga bulan haji," kata Koordinator Pelayanan dan Perlindungan Warga (KPW) Safaat Ghofur melalui keterangan tertulis, Rabu (1/7).

116 orang warga negara Indonesia (WNI) yang terjaring razia di sebuah penampungan yang terletak di kawasan Misfalah, Mekkah.  Sebagian besar mereka memegang visa kerja dan sisanya masuk ke Arab Saudi menggunakan visa umrah dan visa ziarah.


Mereka enggan dimintai keterangan oleh Tim Petugas dari Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah di Tarhil (Pusat Detensi Imigrasi) saat dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Para jamaah haji ilegal itu berdalih telah perpanjangan visa.

Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin memaparkan, dua tahun yang lalu sudah mengurus sedikitnya 52 orang jamaah yang tertahan pulang selama 50 hari.

"Karena berhaji dengan visa bisnis, kunjungan dan jenis visa lainnya. Dari mereka ada juga dari kalangan media. Mereka harus membayar 15 ribu riyal per orang. Baru bisa pulang," ujar Hery.

Dari kejadian ini ia mengimbau masyarakat agar menunaikan ibadah haji sesuai prosedur yang telah diatur pemerintah Arab Saudi.

"Tidak baik juga beribadah tapi dengan melanggar hukum negara setempat," pungkasnya. [wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya