Berita

Foto/Net

Nusantara

1.226 Pengunjung Gunung Rinjani Berhasil Dievakuasi

RABU, 01 AGUSTUS 2018 | 05:33 WIB | LAPORAN:

Setelah dilakukan pencocokan data terkait jumlah pengunjung atau pendaki yang keluar dari Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) pasca gempa bumi 6,4 Skala Richter, jumlah keseluruhan pengunjung yang berhasil dievakuasi sebanyak 1.226 orang.

Di mana, terdapat sebanyak 696 orang warga negara asing dan 530 orang warga negara Indonesia selama Minggu (29/7) hingga Selasa (31/7). Selain itu, satu jenazah pendaki asal Makassar atas nama M. Ainul Taslim juga berhasil dievakuasi oleh Tim Evakuasi Gabungan.

"Semua telah keluar dari kawasan TNGR. Gelombang evakuasi dilakukan selama tiga hari. Pada Senin (30/7) sebanyak 543 orang pengunjung yaitu 189 orang WNA dan 354 orang WNI dievakuasi Tim Evakuasi Gabungan. Semua menggunakan jalur darat," ujar Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho kepada wartwan, Rabu (1/8).
   

   
Pada Selasa (31/7) dievakuasi 14 WNI dan satu jenazah pendaki yang diduga meninggal dunia akibat tertimpa material longsoran bebatuan ketika beranjak dari Danau Segara Anak saat gempa bumi terjadi.

Sebanyak 244 orang Tim SAR Gabungan dari Basarnas, BTNGR, TNI, Polri, Dalmas, Mapala, tenaga medis, SAR Unit, dan relawan telah mengevakuasi semua pengunjung dari kawasan TNGR. Laporan BTNGR, saat ini kawasan TNGR telah kosong dari pengunjung.

"Artinya sudah tidak pengunjung yang berada di kawasan TNGR. Semua pengunjung dari mancanegara telah dievakuasi dengan selamat," kata Sutopo.

Hingga saat ini, kawasan TNGR masih dinyatakan ditutup untuk pendakian dan wisata. PVMBG bersama BTNGR akan melakukan pemantauan terkait ancaman longsor di jalur pendakian Sembalun dan Senaru. Adanya gempa susulan yang masih berlangsung dikhawatirkan juga dapat memicu longsor.

"Sudah terjadi 346 kali gempa susulan hingga Selasa (31/7) pukul 10.00 WIB. Intensitas gempa makin mengecil. Oleh karena itu, kawasan TNGR masih ditutup hingga waktu yang belum ditentukan," demikian Sutopo. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya