Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) di bawah pimpinan Ketua Umum Arief Budhy Hardono menyampaikan duka cita kepada masyarakat Kabupaten Lombok Timur dan sekitarnya yang terkena musibah gempa bumi.
Menurutnya, musibah itu adalah ujian kesabaran dari Tuhan kepada masyarakat Lombok yang selama ini dikenal ramah dan religius.
"Kami ikut merasakan ujian kesabaran ini. Karena itu, kami dalam waktu dekat segera mengunjungi wilayah Lombok menemui saudara-saudara kami yang sedang tertimpa musibah untuk memberikan bantuan apapun yang kami bisa berikan dan yang dibutuhkan masyarakat Lombok," jelas Arief kepada redaksi, Rabu (1/8).
Sekjen Iluni UI Andre Rahadian menjelaskan, saat ini pengurus Iluni UI baik tingkat pusat, fakultas maupun wilayah sedang melakukan konsolidasi menghimpun sumbangan dari para anggota. Untuk dapat memberikan bantuan baik dana maupun tenaga dan lainnya ke wilayah terkena bencana. Diawali dengan assessment untuk menentukan bantuan yang tepat pada tahap pasca bencana dan dilanjutkan dengan fase trauma healing.
"Nanti melalui Community Development Centre Iluni UI, sumbangan dari masyarakat, pengurus dan alumni UI dikirimkan ke korban bencana. Insya Allah bantuan dapat meringankan penderitaan dan beban saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah, termasuk untuk menghilangkan trauma pasca bencana," paparnya.
Dia menambahkan, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada umumnya dan wilayah Lombok cukup dekat dengan Iluni UI. Selain pemandangan alam yang indah, banyak alumni UI yang berwisata ke Lombok, juga karena banyak pengurus Iluni UI saat ini berasal dari NTB.
"Selain Andy Azisi Amin, ketua Iluni UI yang berasal dari NTB, ada juga Fahri Hamzah anggota Iluni UI dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Apalagi, gubernur yang baru terpilih Zulkieflimansyah adalah anggota Iluni UI. Ketika ada musibah menimpa saudara-saudara kita di NTB, Iluni UI ikut merasakan penderitaan tersebut," jelas Andre.
Selain mengkoordinir bantuan dana, Iluni UI juga sering membantu masyarakat korban bencana dengan memberikan bantuan pasca bencana, seperti bersama-sama instansi pemerintah dan LSM melakukan pembangunan berbagai sarana umum, termasuk mendampingi pada tahap trauma healing.
"Hal ini penting kami lakukan agar bantuan yang kami berikan tepat sasaran langsung kepada masyarakat yang terkena musibah. Sehingga, amanah dari para donatur dapat kami salurkan sesuai tujuan dan niat awal," demikian Andre.
[wah]